Ali Imran Pecah Bintang, ‘Dari Tanah Rencong Menuju Tanggung Jawab Lebih Tinggi’

[Foto Ilustrasi Digital Art/mediaaceh.co.id/Awelatam]

Dalam suasana khidmat, momentum tersebut menjadi saksi pengakuan institusi atas dedikasi dan integritas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Track Record

PUTRA asli Aceh kelahiran Banda Aceh tahun 1978 itu kini resmi “pecah bintang” setelah dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Iskandar Muda, menggantikan Brigjen TNI Hasandi Lubis.

BACA JUGA...  Pipanisasi Air Bersih di Bukit Sari Siap 100 Persen, Kodim Lega, Satgas Bangga

Amanah baru ini bukan sekadar promosi, tetapi juga tantangan untuk mencetak dan membina prajurit-prajurit masa depan TNI AD.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 ini dikenal memiliki rekam jejak yang kuat di berbagai satuan strategis.

Kariernya ditempa di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), hingga Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad).

BACA JUGA...  Dandim 0103 Aceh Utara Kunjungi Kantor PT. Taspen Lhokseumawe

Setiap penugasan membentuknya menjadi sosok pemimpin yang tegas, cermat, dan mampu membaca dinamika lapangan dengan baik.

Namun, di balik ketegasan itu, Ali Imran juga dikenal sebagai figur yang humanis. Selama menjabat sebagai Danrem 011/Lilawangsa, ia tidak hanya fokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga aktif menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

BACA JUGA...  Dari Baret Merah ke Bintang Satu

Jiwa Membangun Sang Jenderal