AK: Penetapan Ganja Sebagai Narkotika Golongan I Patut Ditinjau Ulang

Selasa, 18 Juni 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Jadi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang manfaat ganja bagi kesehatan. Dustin Sulak, seorang profesor bedah, meneliti dan membuat mariyuana untuk digunakan secara medis. Sulak merekomendasikan beberapa jenis mariyuana kepada para pasiennya dan mendapat hasil yang mengejutkan,” paparnya.

Tak hanya itu, kata Delky, ganja juga disebut-sebut sebagai sebagai obat mencegah mata dari penyakit glaukoma, obat mencegah kejang karena epilepsi, obat yang dapat mematikan beberapa sel kanker, mengurangi nyeri kronis, bahkan Journal of the American Medical Association pada Januari 2012 menyebutkan bahwa ganja tidak merusak fungsi paru-paru, bahan yang satu ini bisa meningkatkan kapasitas paru-paru.

BACA JUGA...  IKAT Aceh Gelar Bedah Buku Nasional

“Penetapan ganja sebagai narkotika golongan I itu secara tidak langsung, mengesampingkan dan mengabaikan sejumlah manfaat ganja bagi kesehatan serta berdampak secara tidak langsung merugikan daerah penghasil ganja terbaik dunia seperti Aceh,”sebutnya.

Menurut Delky, jika penelitian berhasil membuktikan manfaat dan khasiat ganja secara kesehatan, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan pengembangan dan mendorong hadirnya sentra produksi ganja di daerah potensial seperti di Aceh.

BACA JUGA...  PT PPP Diprotes Warga; Cerita Tak Sama Buat

Namun demikian, kata Delky, tentunya sebelum pengembangan itu dilakukan, pemerintah harus membuat aturan/regulasi. “Jadi, sebelum pengem harus dibuat regulasi yang tegas terkait pengawasannya agar tak disalahgunakan. Jika regulasinya telah mantap maka tidak menutup kemungkinan Indonesia dan Aceh akan mengekspor produk-produk medis dari ganja yang bermanfaat untuk keselamatan orang banyak dan berbagai manfaat lainnya,” tutup Delky Nofrizal Qutni. (Ahmad Fadil)

BACA JUGA...  Wali Nanggroe Aceh Temui Mendagri di Jakarta 

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB