Padahal, dari total 852 gampong di Aceh Utara, sebanyak 696 gampong terdampak parah dan 156 gampong terdampak ringan akibat bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Aceh Utara bersama unsur Forkopimda memutuskan menyesuaikan skema pengadaan dengan harga sekitar Rp17 juta per ekor (setelah pajak) dengan berat minimal 300 kilogram hidup.
“Dengan skema ini, total sapi yang dapat dibelikan mencapai 1.109 ekor. Artinya, seluruh gampong mendapatkan minimal satu ekor sapi, sedangkan gampong yang terdampak parah memperoleh tambahan satu hingga dua ekor sapi dengan mempertimbangkan jumlah kepala keluarga,” jelasnya.
Muntasir menambahkan, setelah masing-masing gampong menerima satu ekor, tersisa 156 ekor sapi yang kemudian dialokasikan kepada gampong dengan dampak banjir paling parah dan jumlah Kepala Keluarga (KK) lebih besar.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu membantu seluruh masyarakat terdampak, baik kategori parah maupun ringan, termasuk petani, nelayan, serta pelaku usaha kecil yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir.
Bupati Aceh Utara juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat Aceh Utara yang tengah berupaya bangkit dari bencana.




