BANDA ACEH | MA — Pendidikan tidak sekadar urusan mencetak generasi berpengetahuan, tetapi juga menentukan wajah Aceh pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan harus menjadi fondasi untuk membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak, sekaligus memiliki jati diri.
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pendidikan merupakan jalan damai menuju peradaban yang mulia. Menurutnya, kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal Aceh.
Hal tersebut disampaikan Musriadi melalui rilis pers kepada sejumlah redaksi media massa, Kamis (3/9/2026), dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang diperingati setiap 2 September.
“Pendidikan adalah jalan damai menuju peradaban yang mulia. Pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter, akhlak, integritas, dan kepedulian sosial,” ujar Musriadi.
Ia mengatakan pendidikan Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal 216 menegaskan hak masyarakat Aceh memperoleh pendidikan yang bermutu dan Islami dengan tetap menjunjung nilai Islam, budaya, kemajemukan, demokrasi, dan keadilan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















