Menembus Lumpur Demi Asa, ‘Perjuangan Prajurit TNI Membuka Kembali Akses Pedalaman Gayo Lues’

“Medan yang berlumpur membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok. Material harus dievakuasi dan dipikul secara manual oleh para prajurit. Kami terus mengerahkan seluruh kemampuan agar pembangunan jembatan segera selesai sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.”

[Brigjen TNI Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa].

  • Di tengah medan berlumpur, sungai yang deras, dan cuaca yang tak bersahabat, prajurit TNI memikul material jembatan dengan tenaga sendiri. Bagi mereka, membuka akses masyarakat bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menghadirkan kembali harapan bagi warga pedalaman.
BACA JUGA...  “YOU HEBAT!”; Presiden, Banjir, dan Keteguhan Pengabdian di Aceh Tamiang

Kabut masih menggantung di pegunungan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Hujan yang turun hampir setiap hari mengubah jalan tanah menjadi kubangan lumpur, sementara arus sungai yang meluap memutus akses transportasi masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, puluhan prajurit TNI tampak berjalan beriringan. Di pundak mereka bertumpu rangka baja, balok, dan berbagai material jembatan.

Tidak ada kendaraan yang mampu mencapai lokasi. Material harus dipikul melintasi jalan licin, menyeberangi sungai, hingga menembus kawasan pedalaman.

Pemandangan itu menjadi gambaran nyata perjuangan personel TNI dalam mempercepat pembangunan sejumlah jembatan yang rusak akibat banjir.