Jusuf Kalla Perintis Perdamaian Aceh, Irwandi: Wajib Dapat Penghargaan

Rabu, 28 Februari 2018

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf membahas jasa Jusuf Kalla terkait perdamaian Aceh bersama Adnan Ganto. Foto: Ist

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf membahas jasa Jusuf Kalla terkait perdamaian Aceh bersama Adnan Ganto. Foto: Ist

Banda Aceh (ADC) – Sebagai perintis Perdamaian Aceh, maka Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Yusuf Kalla atau yang akrab disapa JK sangat layak dan wajib mendapatkan penghargaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, saat menerima kunjungan tim dari Perpustakaan Nasional RI, Dedi Junaedi selaku Sestama Perpustakaan Nasional dan Teuku Syamsul Bahri, Pustakawan Ahli Perpusnas, Selasa (27/2/2018).

“Sebenarnya Pak JK yang paling berjasa dalam perdamaian Aceh, tentu saja dengan izin presiden saat itu, Pak SBY karena tanpa izin presiden saat itu, maka beliau tidak bisa bergerak. Pak JK yang merintis, menyusun dan menugaskan perunding. Sebagai perintis perdamaian Aceh, JK tentu wajib dapat penghargaan,” ujar pria yang akrab disapa Bang Wandi itu.

Sebagaimana diketahui, proses perdamaian Aceh terjadi pada tahun 2005, yaitu saat JK menjabat sebagai Wakil Presiden dan Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY menjabat sebagai Presiden RI.

“Jadi ada satu kutipan beliau yang sangat bagus, menyelesaikan konflik Aceh di meja perundingan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan proses penyelesaian dengan ujung senjata, yang belum tentu akan berujung damai. Jadi, menurut saya Pak Jusuf Kalla yang paling berjasa,” tambah Irwandi.

BACA JUGA...  Tanggapi Tudingan LPLA, Managemen RSUDZA: Tender Pembangunan Gedung Oncologi Belum Dilakukan

Setelah menjalani proses panjang, tim juru runding dari Gerakan Aceh Merdeka yang saat itu dipimpin oleh Malik Mahmud Al-Haytar dan Hamid Awaluddin, Ketua tim Juru Runding Pemerintah RI difasilitasi oleh Martti Ahtisaari mantan Presiden ke-10 Finlandia, akhirnya menandatangani Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding, pada 15 Agustus 2005 di Helsinki. Perjanjian ini kemudian dikenal dengan MoU Helsinki.

“Pak JK bukan harus tapi wajib dapat penghargaan. Saya tidak tahu bentuk penghargaannya apa. Orang Aceh tidak mampu memberikan penghargaan dalam bentuk benda, kami hanya mampu memberikan penghargaan dalam bentuk rasa,” sebut Irwandi.

Meski demikian, masih ada beberapa butir perjanjian MoU Helsinki yang belum dipenuhi oleh Pemerintah RI, yaitu masalah kebutuhan hidup, masalah pekerjaan. Dalam MoU Helsinki jelas disebutkan bahwa setiap mantan kombatan, korban konflik dan Tahanan Politik serta Narapidana Politik berhak mendapatkan lahan pertanian yang wajar atau pekerjaan yang wajar. Ini yang belum terpenuhi.”

Bang Wandi juga mengungkapkan, bahwa perdamaian Aceh berpengaruh dalam banyak hal. Situasi damai berimbas pada pembangunan Aceh, dengan dana Otonomi Khusus, Aceh dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

BACA JUGA...  Kunker Pakai Pesawat, Gubernur Aceh Hemat Puluhan Juta

“Kita dapat membangun infrastruktur, kita dapat membangun sistem kesehatan. Bahkan, sistem kesehatan yang dibangun di Aceh diadopsi secara nasional menjadi Jaminan Kesehatan Nasional. Selain itu, sistem pendidikan juga sudah lumayan bagus. Memang akhir-akhir ini merosot, maka ini kembali menjadi tugas saya untuk kembali memperbaiki,” ungkap Irwandi.

Selain itu, sambung Irwandi, pasca damai dan tsunami angka kemiskinan Aceh berada pada angka 32,4 persen, dan saya yang saat itu menjadi Gubernur Aceh pertama pasca damai berhasil menurunkan angka kemiskinan pada angka 18,7 persen. Saat ini, kemiskinan Aceh berada pada angka 16 persen. Tugas saya lagi untuk menekan angka kemiskinan Aceh menjadi mendekati atau lebih kecil dari rata-rata nasional.

“Ini adalah kerja besar, kerja berat. Butuh dukungan dari seluruh rakyat Aceh bukan hanya aksi pemerintah,” imbuh Bang Wandi.

Perdamaian Aceh Bagian dari Sejarah RI, harus Ditulis!

Dalam pertemuan tersebut, alumni Oregon State University itu juga menekankan, bahwa sebagai bagian dari sejarah Republik Indonesia dan sebagai pembelajaran untuk generasi mendatang, maka Perdamaian Aceh harus ditulis.

BACA JUGA...  PNA Gelar Kongres, Kandidat Ketum Bermunculan

“Oleh karena itu, Perdamaian Aceh harus direkam dengan baik, harus dibukukan dengan baik agar generasi mendatang bisa belajar. Negara wajib membukukan perdamaian Aceh,” imbau Gubernur.

“Perdamaian Aceh adalah salah satu perdamaian tersukses di dunia. Saya sering mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara untuk menyampaikan kisah keberhasilan perdamaian di Aceh, bahkan beberapa negara yang sedang dilanda konflik juga berkunjung dan belajar bagaimana Aceh berdamai dengan Pemerintah RI,” sambung Irwandi.

Irwandi mengungkapkan, beberapa pelaku sejarah Perdamaian Aceh telah membuat buku. “Pak JK, Jaakko Oksanen, Martti Ahtisaari, Hamid Awaluddin, Farid Husain ada membuat buku, jika dibaca semuanya, maka akan didapat cerita sejarah Aceh dari berbagai sisi.”

Meski demikian, Irwandi sangat menyayangkan tidak ada seorang pun dari tim perunding GAM, di antaranya yang membukukan proses perundingan GAM dengan Pemerintah RI. “Saya bercita-cita ada satu galeri di Perpustakaan Aceh yang khusus memuat buku-buku terkait perdamaian Aceh,” (r)

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB