1,5 Bulan Pascabanjir Longsor, Warga Pante Bidari Terpaksa Bangun Gubuk Sendiri

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketidak pastian pemerintah dalam menanggulangi pascabencana banjir, warga terpaksa bangun gubuk sendiri.

Ketidak pastian pemerintah dalam menanggulangi pascabencana banjir, warga terpaksa bangun gubuk sendiri.

ACEH TIMUR  | MA — Hingga 1,5 bulan pascabanjir dan longsor yang melanda Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, kondisi warga terdampak masih memprihatinkan. Ketiadaan hunian sementara (huntara) yang layak memaksa banyak korban bencana bertahan dalam kondisi darurat, bahkan tidak sedikit yang harus menyewa rumah dengan biaya sendiri demi keselamatan keluarga.

Seorang korban banjir dan longsor, Anwar, warga Pante Bidari, kepada wartawan pada Ahad, 11 Januari 2026, mengaku hingga kini belum ada tempat hunian sementara yang layak disediakan pemerintah. Dalam kondisi terdesak, ia bersama keluarga terpaksa membangun gubuk sederhana secara swadaya untuk dijadikan tempat tinggal sementara.

BACA JUGA...  Bayu Tirtiyanto Dan Santoso Jadi Warga Baru Kodam Iskandar Muda

“Kalau menunggu aksi pemerintah, sangat lambat. Kami tidak mungkin terus menunggu tanpa kepastian, sementara anak-anak butuh tempat berlindung,” kata Anwar.

Menurutnya, tenda bantuan yang ada di lokasi pengungsian tidak bisa disebut sebagai hunian darurat yang manusiawi. Tenda-tenda tersebut hanya diletakkan secara asal, tanpa perencanaan yang memadai. Tidak tersedia sanitasi, sumber air bersih, maupun fasilitas dasar seperti toilet. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

BACA JUGA...  Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas

Berita Terkait

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 
Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas
Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum
Banjir Terus Mengancam
Upah Belum Dibayar, Pekerja: Kami Kekantor Tapi Tidak Ditanggapi 
PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital
Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Rabu, 30 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 

Selasa, 29 September 2026 - 17:49 WIB

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WIB

Posko PT Atakana Rusak, Sengketa Agraria Diminta Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 26 September 2026 - 20:27 WIB

Banjir Terus Mengancam

Berita Terbaru

Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino    menyerahkan bantuan kepada 40 warga Sawang yang tidak mampu.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Hadir Untuk Warga Kurang Mampu

Sabtu, 3 Okt 2026 - 19:07 WIB

NANGGROE

Maulid PWI Aceh, Masrul Aidi Serukan Qanun Anak Yatim

Sabtu, 3 Okt 2026 - 12:15 WIB