KETIKA GELAP LEBIH BERBAHAYA DARI BANJIR

Sabtu, 20 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sa'aduddin Djamal. Walikota Banda Aceh; Negara Hadir Ketika Bencana Mencabik Kehidupan.

Sa'aduddin Djamal. Walikota Banda Aceh; Negara Hadir Ketika Bencana Mencabik Kehidupan.

“Listrik itu bukan Cuma soal terang. Ini soal keamanan, efektivitas bantuan, dan martabat manusia.”

[Iliza Sa’aduddin Djamal, Walikota Banda Aceh].

MALAM turun perlahan di kampung yang belum sepenuhnya kering. Lumpur masih melekat di dinding rumah, air keruh mengalir malas di parit-parit darurat, dan bau sisa banjir bercampur dengan aroma kayu basah.

BACA JUGA...  Ayah Wa Laporkan Kondisi Pasca Banjir ke Presiden Prabowo Subianto, Revitalisasi Sawah Jadi Prioritas

Ketika cahaya terakhir matahari hilang, yang tersisa bukan hanya gelap—melainkan kecemasan.

Di tempat seperti ini, gelap bukan sekadar ketiadaan listrik. Ia menjelma ancaman.

“Kalau malam, kami tidak berani masuk ke kampung-kampung. Terlalu rawan,” kata Iliza Sa’aduddin Djamal, Walikota Banda Aceh, saat berdiri di antara relawan dan aparat. Nada suaranya datar, tetapi sarat kehati-hatian.

BACA JUGA...  Somasi Dicabut Persoalan Dugaan Keracunan SPPG Blang Nisam Selesai

Pengalaman lapangan mengajarkannya bahwa bencana tak pernah berhenti ketika air surut.

Justru setelah banjir pergi, masalah yang lebih sunyi muncul; keamanan, kesehatan, dan martabat manusia.

LISTRIK DAN RASA AMAN

ILIZA menyebut listrik sebagai kunci. Bukan karena simbol modernitas, tetapi karena fungsinya yang paling mendasar; menerangi. Tanpa lampu, malam menjadi ruang tanpa kontrol. Kerumunan mudah terbentuk, emosi mudah meledak, dan bantuan sulit bergerak.

BACA JUGA...  Dato Mansur : Begini Pesan Abu Tumin Kepada Mantan Panglima GAM, Meminta Partai Lokal Di Aceh Bersatu

“Kalau terang, masyarakat bisa bekerja sampai malam. Bantuan juga bisa masuk lebih efektif. Kami pun berani datang,” ujarnya.

Di lokasi bencana, waktu adalah segalanya. Siang hari sering tidak cukup. Pembersihan rumah, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan membutuhkan jam tambahan.

Berita Terkait

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB