Revisi UUPA, Usman Lamreung: Jangan Khianati MoU Helsinki dengan Logika Otonomi Biasa

Sabtu, 20 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si,

Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si,

BANDA ACEH | MA — Penolakan Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI terhadap usulan revisi Pasal 7 Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) memunculkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Aceh. Bagi publik, keputusan tersebut bukan hanya sekadar soal redaksional, melainkan menyangkut arah sejarah dan penghormatan terhadap perjanjian damai MoU Helsinki yang telah ditebus dengan darah, air mata, dan martabat rakyat Aceh.

BACA JUGA...  Disebut Hoax, Adnan Hasyim Siap Melawan Ikbal Farabi Cs

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, M.Si, melalui siaran pers yang diterima media, Sabtu (20/9).

Menurutnya, frasa “kecuali urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah” dalam Pasal 7 UUPA selama ini menjadi penghalang bagi Aceh untuk menjalankan kewenangan secara penuh sebagaimana diamanatkan MoU Helsinki. Usulan revisi bertujuan menghapus frasa tersebut agar otonomi Aceh benar-benar sejalan dengan semangat perjanjian damai. Namun Baleg DPR-RI menolak dengan alasan Aceh harus tetap tunduk pada kerangka Undang-Undang Pemerintahan Daerah (UU Pemda).

BACA JUGA...  Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

“Di sinilah letak pengkhianatannya,” tegas Usman.

Ia menekankan, MoU Helsinki bukanlah lahir dari logika otonomi biasa sebagaimana diatur dalam UU Pemda. MoU tersebut lahir dari perundingan panjang antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) setelah konflik bersenjata puluhan tahun. Kesepakatan itu menempatkan Aceh pada posisi istimewa: bukan daerah biasa, bukan pula negara merdeka, tetapi sebuah entitas dengan status khusus yang diakui secara nasional maupun internasional.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Selatan dan UTU Meulaboh Jalin MoU, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Ayah Wa: Jangan Biarkan Konflik Kembali Terjadi di Aceh, Jaga Perdamaian
Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 
Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh
Dalami Teknik Olah TKP, Satreskrim Polres Sabang Gelar Pelatihan
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:02 WIB

Ayah Wa: Jangan Biarkan Konflik Kembali Terjadi di Aceh, Jaga Perdamaian

Minggu, 8 November 2026 - 16:23 WIB

Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 

Minggu, 8 November 2026 - 16:08 WIB

Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

Dalami Teknik Olah TKP, Satreskrim Polres Sabang Gelar Pelatihan

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB