Harap Cemas Warga, Agar Jembatan Bandar Khalifah Dibangun Lagi

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Baigraun Abutmen Jembatan Bandar Khalifah yang mangkrak selama sebelas tahun.

Baigraun Abutmen Jembatan Bandar Khalifah yang mangkrak selama sebelas tahun.

”Kita telah sepakat untuk melanjutkan pembangunan jembatan yang sudah lama terbengkalai itu,” Kata Bupati Armia.

KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Ada cerita yang terlupakan, dipinggiran pesisir pantai Aceh Tamiang. Catatan itu di toreh 2014 lalu, Bandar Khalifah nama Kampung itu, berada di kecamatan Bendahara.

Kampung yang terhubung dengan ibukota kecamatan setempat, sulit diterabas. Sebab topografinya berada di areal paluh [Alur] dan sungai berair payau, yang dihuni jejeran hutan mangrove [Pohon bakau] tampak tak terawat.

BACA JUGA...  Armia Fahmi: Pertamina harus Salurkan Program CSR ke Pembangunan Mesjid Agung

Hari ini sebelas tahun silam, ada seonggok pilar abutmen, yang sejatinya pemerintah masa lalu telah menganggarkan untuk membangun jembatan.

Agar masyarakat di wilayah itu tak lagi terisolir, Moda mereka kala itu sampai kini masih menggunakan Getek [Alat penyeberangan berbentuk boat motor] sebagai alat transportasi masyarakat yang hilir mudik.

Aleh-aleh pembangunan jembatan Bandar Khalifah itu terhenti. Abutmen yang sedianya dasar pembangunan jembatan, mangkrak selama 11 tahun lamanya tanpa tersentuh.

BACA JUGA...  Samusi Purnawira Dade, Ikut Tes Calon Pansel KIP di Bener Meriah

Impian warga agar bisa menikmati jembatan sebagai alat penghubung antar kampung dan antar kecamatan [mengucapkan selamat tinggal Getek] buyar.

Jembatan itu gagal dibangun, hingga kini pilar abutmen itu menjadi catatan hitam pemerintahan yang lalu dan luka mendalam masyarakat Bandar Khalifah.

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB