TAPAKTUAN (MA) — Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan berhasil merealisasikan kegiatan dan programnya setara 99,08 persen anggaran yang tersedia DIPA tahun anggaran 2024.
Hal itu disampaikan Ketua BNK Aceh Selatan Nuzulian, S. Sos dalam press release capaian kinerja tahun 2024 di Aula Kantor BNNK Aceh Selatan Jalan Nyak Adam Kamil Tapaktuan, Selasa, (31/12).
Dalam press release itu, Nuzulian, S.Sos didampingi Kasubag Umum Nisfurahman, SKM, Ketua Tim Pencegahan Sasmita Anggraini, A.Md.Far, Dokter Klinik Pratama BNNK Aceh Selatan dr. Riski Fajeli dan Asisten Konselor Adiksi Egie Helpratama, A.Md.Kep.
Dijelaskan, selama satu tahun anggaran berjalan dan sesuai dengan DIPA, BNNK Aceh Selatan tidak menangani program penindakan (refresif) karena belum tersedianya struktur dan SDM bidang penindakan.
“BNNK Aceh Selatan hanya melaksanakan bidang dan program preventif (pencegahan) dan rehabilitasi P4GN,” katanya.
Menurutnya, BNNK Aceh Selatan menjalankan program P4GN dalam cakupan lima kabupaten yang menjadi wilayah kerja lembaga penanganan narkotika itu antara lain, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Singkil dan Subulussalam.
Dalam kesempatan itu, Ketua BNNK Aceh Selatan memberikan kesempatan kepada Kasubbag Umum, Ketua Tim Preventif, dokter pratama BNNK dan asisten konselor memberikan penjelasan tentang pelaksanaan program masing-masing bidang.




