Milad ke-517 Kesultanan Aceh dan Maulid Nabi: Merajut Sejarah Sebagai Warisan Leluhur

Makam Kesultanan Aceh.

BANDA ACEH (MA) Para zuriat Kesultanan Aceh dan tokoh adat berkumpul dalam acara peringatan Milad ke-517 Kesultanan Aceh Darussalam dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Sultan Alaidin Mansyursyah di Balai Persatuan (Baperis) Banda Aceh, Ahad, (3/11)

Acara ini dihadiri dengan khidmat dan penuh keakraban oleh pewaris Kesultanan Aceh, yang berkumpul untuk mengenang masa kejayaan kerajaan Islam tersebut sekaligus meneladani sosok Rasulullah SAW.

BACA JUGA...  Sabri Badruddin: Situs dan Cagar Budaya Harus Dikelola

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Sultan Alaidin Mansyursyah, Tuanku Warul Walidin bin Tuanku Raja Yusuf bin Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alaidin Muhammad Daudsyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Adat Nusantara (DPW Matra) Aceh, menyampaikan bahwa peringatan ini bertujuan untuk mengingat kembali kejayaan Kesultanan Aceh sebagai salah satu pusat kebudayaan Islam di Asia Tenggara serta mengilhami keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui perayaan Maulid.

BACA JUGA...  PKGB Universitas Syiah Kuala Meraih Akreditasi B

“Kesultanan Aceh adalah simbol kejayaan, kearifan, dan kekuatan Islam di Nusantara. Peringatan ini mengingatkan kita untuk menjaga dan menerapkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tuanku Warul.

Ceramah Maulid disampaikan oleh DR. Munawar A. Jalil, yang mengangkat tema tentang sejarah dan wasiat Kesultanan Aceh yang berusia 517 tahun. Salah satu wasiat Sultan Aceh mengimbau agar masyarakat mengadakan peringatan Maulid selama 100 hari (3 bulan 10 hari), sebagai wujud penghormatan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi. Wasiat ini terus diwariskan sebagai panduan hidup bagi masyarakat Aceh.