UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Pekerjakan Petugas Buta Aksara

Minggu, 29 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di pagi hari di lokasi UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Aceh Timur.

Suasana di pagi hari di lokasi UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Aceh Timur.

ACEH TIMUR (MA) – Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, melalui UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur, dinilai tidak layak memperkerjakan petugas pemungut retribusi yang buta aksara.

Hal ini berdampak merugikan masyarakat, khususnya para pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, kata salah seorang pengunjung bernama Hasballah Kadimin, pada media, Ahad, (29/9.

BACA JUGA...  Gebyar Idul Fitri Aceh Timur Tuai Respon Positif dari Pengunjung

Ia menceritakan, pengalamannya saat memasuki area pelabuhan. Ketika itu, mobilnya dihentikan oleh petugas yang meminta pembayaran retribusi. “Saya mengambil uang Rp 2.000, tetapi petugas tersebut mengatakan bahwa biaya yang harus dibayar adalah Rp 4.000,” ujar Hasballah.

Lebih lanjut, Hasballah mengaku terkejut dan menambahkan Rp 2.000 lagi sesuai permintaan petugas. Setelah itu, ia menerima empat lembar bukti retribusi. “Lembaran pertama menyatakan bahwa biaya masuk untuk kendaraan roda empat melalui gerbang Timur adalah Rp 2.000. Namun, tiga lembar lainnya tertulis ‘parkir kendaraan muge’ tanpa keterangan tanggal, dan masing-masing senilai Rp 2.000. Jadi total yang harus saya bayar adalah Rp 4.000,” jelasnya.

BACA JUGA...  Wisata Bantayan Seunuddon Perlu Dukungan, Pengunjung Mengeluh, Amri: Termurah

Merasa janggal, Hasballah memutuskan turun dari mobil dan mendatangi pos pengutipan untuk memprotes hal tersebut. “Saya bertanya kepada petugas, mengapa kendaraan roda empat harus membayar Rp 4.000. Petugas yang ternyata seorang nenek hanya mengatakan tidak tahu. Saat saya menanyakan siapa yang bertanggung jawab, nenek tersebut memanggil seorang petugas perempuan setengah baya,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Lautan Manusia Padati Penutupan HUT Bireuen, Rafli Kande Pukau Warga di Cot Gapu

Berita Terkait

Wabup Asel Jabat Ketua PMI
Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA
Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh
PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital
Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:37 WIB

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WIB

Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA

Kamis, 24 September 2026 - 17:36 WIB

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Rabu, 23 September 2026 - 23:34 WIB

PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Berita Terbaru

Wakil bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, foto/mediaaceh.co.id.

PEMERINTAHAN

Wabup Asel Jabat Ketua PMI

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:37 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Age Minta BPK Audit SKPA

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:16 WIB

PEMERINTAHAN

Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:36 WIB