Kejamnya Oknum Dewan Pijay, Usir Pengungsi Dari Komplek Mesjid

Minggu, 11 Desember 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEUREUDUE | AP-Seharusnya sikap wakil rakyat harus merakyat apalagi rakyat sedang dilanda musibah gempa bumi dimana banyak rumah warga hancur dan nyawa keluarganya hilang. Namun sikap berbeda diperlihatkan oleh oknum anggota dewan berinisial MH, Kamis, 8 Desember 2016 kemarin di lokasi pengungsian, Mesjid Trienggadeng, Pidie Jaya, sekira pukul 16.30 WIB.

“Kami diusir Pak Dewan terhormat dari lokasi pengungsian,” ujar salah satu pengungsi kepada Bongkarnews.com, Sabtu 10 Desember 2016.

Anggota DPRK Pidie Jaya itu sebut pengungsi, datang ke tempat pengungsian masyarakat Keude Trienggadeng di Masjid At-Taqarub, Trienggadeng Pidie Jaya dan juga turut didampingi Camat Tringgadeng, Ishak serta Keusyik Gampong Keude Tringadeng, Abu Bakar. Namun kedatangannya bukan membawa bantuan malah membawa beban psikis bagi pengungsi.

“Kami kecewa sekali terhadap dewan yang tak punya perasaan itu, orang luar saja datang membantu ini malah membuat kacau dan mengganggu kami,” tambah pengungsi lainnya yang takut disebut namanya dalam pemberitaan ini.

BACA JUGA...  Listrik Kerap Padam di Kecamatan Kota Bahagia, Warga Mengeluh

Sambung pengungsi itu, secara tidak langsung Anggota DPRK tersebut menuding pengungsi bencana alam gempa bumi bahwa masyarakat Gampong Keude tidak boleh mengungsi di mesjid yang diklaim milik kecamatan.

“Masjid ini adalah masjid kecamatan jadi masyarakat keude harus pindah,” begitulah kata-kata yang keluar dari mulut oknum dewan itu di depan para pengungsi yang masih trauma.

Dari informasi yang diperoleh Bongkarnews.com, dasar oknum dewan itu menyuruh warga pindah karena dirinya menjabat sebagai sebagai panitia pembangunan masjid At-taqarub.”Dia sombong kali baru jadi ketua panitia aja sudah begitu,” sesal pengungsi yang mengaku rumahnya hancur.

Suasana sore itu sangat menegangkan dengan kedatangan salah satu Wakil Rakyat dari Partai Nasional itu dengan ibu-ibu yang sedang berada dikemah pengungsian. Kemudian salah satu pengungsi menyampaikan kepada oknum dewan itu  di depan pengungsi lainnya untuk memboikot oknum itu di Pileg nanti.

BACA JUGA...  Unsam Ranking III IKPA

“Apabila dia mencalonkan kembali dirinya sebagai Caleg khususnya masyarakat Keude Trienggadeng jangan pilih lagi dia,” teriak pengungsi.

Bagi para pengungsi, yang namanya oknum itu harus ditandai dan masyarakat setempat mengaku sudah menaruh rasa benci  kepada oknum itu.

“Kita selaku masyarakat keude kita garis merahkan yang namanya si mat hasan itu,” teriak salah satu pengungsi yang dengan nada yang begitu marah sehingga penggungsi lainnya menepuk tangan tanda setuju.

Menurut pengakuan sumber lainnya ditempat terpisah, oknum dewan itu dikenal sangat angkuh dan arogan bila berhadapan dengan masyarakat bawah, seakan-akan dia duduk di DPR itu bukan karena suara rakyat.

“Dia itu memang orangnya sangat sombong dan congkak tidak tau diri bahwa yang dijadikan dia dewan adalah masyarakat,” cerita warga sambil menyebut nama oknum dewan itu.

Usai diusir oknum dewan itu, Camat Ishak di depan para pengungsi untuk tetap tenang dan tak perlu bimbang mencari lokasi baru apalagi lokasi sekarang adalah lahan mesjid milik kecamatan.

BACA JUGA...  Dapur Umum Diminta Tutup Saat Warga Masih Kelaparan, Camat Idi Rayeuk Dikecam Tak Manusiawi

“Awak droe neuh hana payah weh dari Masjidnyoe karena bandum jeut jak meungungsi kunoe ateuh nama awak Ttrienggadeng [Kalian tak perlu pindaj dari mesjid ini, semua boleh mengungsi ke sini atas nama masyarakat Tringgadeng-red],” pesan camat itu.

Saat dikonfirmasi Bongkarnews.com, Camat Pantee Raya, Ishak mengakui bahwa oknum itu telah menyuruh warga pindah, kondisi tersebut sangat membebankan kepalanya dikala kondisi masyarakat sedang panik.

“Ya, gak sanggup saya pikir, kalau disuruh pindah ya kita pindah,” ujarnya.

Masyarakat yang mengungsi mengakui, usai dibentak-bentak oknum dewan itu mereka telah memilih pindah dari lokasi yang dinilai oleh oknum dewan itu tidak pantas bagi mereka.

“Kami sudah pindah, namun kami sekarang sangat kewalahan dengan air bersih,” kata pengungsi itu seperti ketakutan bila namanya ditulis dalam pemberitaan ini.  [BN]

Berita Terkait

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam
Buaya Muncul, Warga Resah
Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 15:05 WIB

Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Minggu, 13 September 2026 - 20:43 WIB

Buaya Muncul, Warga Resah

Berita Terbaru

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB