TAPAKTUAN (MA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Selatan menggencarkan sosialisasi pencegahan stunting di daerah itu.
Karena, tingkat persentase pencapaian keberhasilan penanganan stunting di Aceh Selatan masih di bawah rata-rata nasional.
Menurut data dari survey studi status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, bahwa pada tahun 2022 prevalensi balita stunting di Kabupaten Aceh Selatan masih 34, 8 persen.
Diharapkan, agar angka tersebut dapat diturunkan hingga ke angka 14 persen.
“Untuk itulah, kami terus menggencarkan sosialisasi dan kampanye pencegahan stunting di Aceh Selatan sebagai harapan Bapak Pj. Bupati Aceh Selatan,” kata Kepala DP3AKB Aceh Selatan Saumi Radli melalui Kabid Keluarga Berencana (KB) Sahar Musnan kepada mediaaceh.co.id di Tapaktuan, Kamis, (25/1).
Menurut Sahar Musnan, sosialisasi pencegahan stunting dilakukan dengan berbagai media (sarana), seperti, melalui pemasangan baliho di sejumlah tempat baik di ibukota kabupaten maupun pemasangan spanduk di ibukota kecamatan.
Selain itu, penyebaran brosur, pamflet dan leaflet melalui petugas KB di kecamatan dan kader penyuluhan KB kepada masyarakat.




