Sejumlah Desa di Aceh Selatan Tolak Bimtek

Sabtu, 29 April 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Drs. H. Tio Achriyat Ketua Tuha Peut Gampong (TPG) Gampong Lhok Beungkuang Kecamatan Tapaktuan.(Photo/Media Aceh/Istimewa).

Drs. H. Tio Achriyat Ketua Tuha Peut Gampong (TPG) Gampong Lhok Beungkuang Kecamatan Tapaktuan.(Photo/Media Aceh/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) – Sejumlah desa di Aceh Selatan dengan tegas menolak program Bimbingan Tehnis (Bimtek) bagi peningkatan aparatur perangkat gampong yang dapat membebani dana desa.

Demikian disampaikan sejumlah Tuha Peut Gampong (TPG) di desa sehubungan adanya rencana dan program bimtek bagi aparat Gampong di Aceh Selatan.

Apalagi program tersebut hanya untuk  peningkatan kapasitas perangkat Gampong yang nota bene  sudah maklum dengan pelaksanaan dan gampong.

Salah seorang anggota Tuha Peut Gampong di Aceh Selatan yakni Drs. H. Tio Achriyat kepada mediaaceh.co.id di Tapaktuan, pekan lalu, mengatakan program bimtek hanya akan menghabiskan dana. Konon lagi. Bimteknya dilaksanakan di luar daerah.

“Bimtek dengan biaya mahal hanya menghabiskan dana dan konon lagi terselip study Bandung,” kata Drs. Tio Achriyat.

BACA JUGA...  Jangan Biarkan Pipa Minyak dan Gas Mengalir Keluar Daerah

Menurutnya, salah satu des yang secara tegas menolak bimtek dan study banding itu adalah Gampong Lhok Beungkuang Kecamatan Tapaktuan.

Menurutnya, selain  Gampong Lhok Beungkuang yang menolak program tersebut gampong Lhok Keutapang Tapaktuan juga dalam rapat pertemuan
dengan aparat Kejaksaan menolak study banding tersebut

“Ada juga Gampong Lhok Keutapang tapi  pada  rapat dengan  aparat Kejaksaan di Kantor  Camat” kata Drs. H. Tio Achriyat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program “gelap” karena  persoalan penumpang gelap ini adalah sebuah pelanggaran bahkan sudah  mengarah kepada  kejahatan berdasi yaitu korupsi yang terstruktur, sistematis dan  masif (TSM) dan  ini harus dihentikan.

Dia mengajak media juga menolak, apalagi media sebagai kekuatan ke-empat dalam kehidupan masyarakat dan  benteng sosial kontrol sangat berperan dalam menegakan keadilan  kebenaran dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

BACA JUGA...  Kodim 0107/Aceh Selatan Bina Jejaring Mitra Karib 

“Karena  bilamana kejahatan ini, kita sebagai masyarakat yang tahu dan cerdas, membiarkan maka dapat  dipastikan dana desa tersebut akan menjadi bancakan bagi APH setiap tahunya dan sampai kiamat,” katanya.

Hari ini mereka minta dalam  bentuk kegiatan yang tidak jelas, sebesar Rp.  15 Juta/tahun,  tahun depan bisa Rp.20 Juta  dan seterusnya, demikian Toi dalam tanda tanya.

Penolakan program tersebut, juga mulai menggelinding di kalangan LSM, sebagai mana dikatakan LSM Pusat Kajian Analisis Transaksi (PuKAT) Aceh di Aceh Selatan.

Peneliti PuKAT Aceh, Adi Irwan para realisenya mengatakan, program bimtek dan study banding hanya akan menguras dana desa.

BACA JUGA...  47 Calon Keuchik di Pasie Raja Ikut Uji Kemampuan Baca Al-Qur'an dan Jadi  Imam Shalat 

“Oleh karena itu, program tesebut sebaiknya ditolak dan dibatalkan,” katanya.

Bahkan dia mendukung Pj. Gubenur yang memberikan pernyataan bahwa bimtek hanya menghabiskan dana tanpa melahirkan efek ekonomi.

“Kami melihat program ini terus berjalan dengan tidak mempertimbangkan tujuan awal dari hadirnya dana desa tersebut, dana besar di gelontorkan tanpa menghadirkan manfaat untuk pembangunan ekonomi dan desa di Aceh,” Jumat (28/4).

Pihaknya juga mengingatkan DPMG untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan program, jangan sampai progam yang dilaksanakan tidak sama sekali selaras dengan tujuan pemberdayaan ekonomi dan kemandirian masyarakat.

“Kami ingatkan DPMG untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan program yang berkaitan dengan program pembangunan desa,” kata Adi Irwan
.(Maslow Kluet).

Berita Terkait

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair
Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk
Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor
Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan
Peringatan Sumpah Pemuda di Aceh Selatan, Wabup Baital: Generasi Penerus Harus Berkarakter
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Safriadi Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:56 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB