Cerutu Lokal El Este Independiente Jajaki Pasar Vietnam

Rabu, 7 Desember 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produser cerutu El Este Independiente, Teguh Santosa, dalam pertemuan dengan Dubes Vietnam Ta Van Thong, di Kedubes Vietnam di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (6/12). Dalam pertemuan, keduanya menjajaki kemungkinan El Este Independiente memasuki pasar Vietnam.

Produser cerutu El Este Independiente, Teguh Santosa, dalam pertemuan dengan Dubes Vietnam Ta Van Thong, di Kedubes Vietnam di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (6/12). Dalam pertemuan, keduanya menjajaki kemungkinan El Este Independiente memasuki pasar Vietnam.

JAKARTA, (MA) – Produser cerutu El Este Independiente tengah menjajaki kemungkinkan memasuki pasar Vietnam. Cita rasa cerutu lokal buatan Indonesia diyakini dapat diterima masyarakat Vietnam dan mampu bersaing dengan cerutu-ceruta luar negeri, termasuk Kuba.

Kehadiran cerutu Indonesia di pasar Vietnam juga dapat dijadikan instrumen yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Demikian antara lain disampaikan produser cerutu El Este Independiente, Teguh Santosa, dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Sosialis Vietnam, Ta Van Thong, di Kedubes Vietnam di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (6/12).

El Este Independiente yang baru diproduksi beberapa bulan belakangan ini telah dikenal oleh komunitas diplomatik negara sahabat di Jakarta. Selain Vietnam, Teguh Santosa mengatakan, pihaknya juga menyasar pasar Korea Selatan dan India.

BACA JUGA...  JMSI Lampung Terima Kunjungan Dirut RSUAM

“Indonesia dan Vietnam adalah dua sahabat lama. Hubungan kedua negara belakangan ini semakin signifikan, baik secara politik maupun ekonomi. Namun rasanya masih ada yang kurang, pengetahuan dan pemahaman masyarakat kedua negara satu sama lain masih terbatas. Ini perlu dibantu dengan menghadirkan sebanyak mungkin produk-produk Indonesia di Vietnam dan sebaliknya,” ujar Teguh Santosa.

Teguh Santosa yang merupakan mantan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat telah beberapa kali berkunjung ke Vietnam, baik ke ibukota Hanoi maupun Ho Chi Minh dan kota-kota lain. Dari pengalaman berinteraksi dengan masyarakat Vietnam, Teguh merasa yakin produk-produk Indonesia dapat diterima dengan baik oleh konsumen Vietnam.

“Mutu tentu menjadi kata kunci yang harus kita perhatian dengan sungguh-sungguh,” kata Teguh Santosa yang juga memimpin organisasi perusahaan pers nasional Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

BACA JUGA...  Remaja Masjid Baitussalam Tibang, Bina Generasi Muda Cinta Masjid

Sementara Dubes Vietnam Ta Van Thong menyambut baik keinginan produser cerutu El Este Independiente memasuki pasar di negara Uncle Ho itu.

Sebelum melakukan pembicaraan terpisah dengan Teguh Santosa, Dubes Ta Van Thong menerima sejumlah wartawan dari media arus utama di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Dubes Ta Van Thong mengatakan, kedua negara menargetkan nilai perdagangan sebesar 15 miliar dolar AS atau setara Rp 234,5 triliun hingga beberapa tahun mendatang. Di tahun 2022 sejauh ini nilai perdagangan kedua negara telah menembus 11 miliar dolar AS.

“Kita perlu bekerja sama dengan erat untuk mencari segala cara dan upaya untuk mencapai peningkatan, termasuk peningkatan nilai perdagangan bilateral,” kata Dubes Ta Van Thong.

BACA JUGA...  HUT Bhayangkara Ke 73, Polres Sabang Tabur Bunga Ke Laut

Sementara terkait dengan cerutu El Este Independiente, dalam pertemuan terpisah dengan Teguh Santosa, Dubes Ta Van Thong mengatakan, cerutu Indonesia berpotensi memasuki pasar Vietnam.

“Ini bisa menjadi salah satu simbol persahabatan kedua negara,” ujarnya.

El Este Independiente dikerjakan di pabrik cerutu Taru Martani di Jogjakarta dengan menggunakan daun tembakau Besuki Na Oogst pilihan dari Jember yang dipadukan dengan tembakau Kuba.

Untuk memproduksi El Este Independiente dan menjaga cita rasanya, Teguh menggandeng Sultan Cigar Indonesia (SCI) yang dikenal sebagai salah satu perusahaan pembuat cerutu papan atas di tanah air. (R).

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Saat penyerahan penghargaan oleh ketua IPAU kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Diapresiasi IPAU atas Respons Bencana

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:38 WIB

Muhammad Naufal Efendi mengepalkan tangannya sebagai simbol perlawanan atas kondisi ril SMRS yang kehilangan daya serapnya.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Banjir Terus Mengancam

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:27 WIB

NEWS FEATURE

Kongres PSSI Aceh Dipersoalkan Sejumlah Voters

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:51 WIB