Menuju 20 Tahun Damai Aceh, Tarmizi Age: Dana Otsus Dikelola Gampong Saja

Kamis, 8 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati Aceh di Jakarta, Tarmizi Age.

Pemerhati Aceh di Jakarta, Tarmizi Age.

JAKARTA, MEDIAACEH.CO.ID “Bek sampee lagee abeeh eeh”, dana otsus itu jangan seperti habis es, maka supaya rakyat Aceh, pejuang dan korban mendapat haknya, menuju 20 tahun damai Aceh dana Otsus itu biarlah dikelola gampong saja, kata Tarmizi Age pemerhati Aceh di Jakarta,Kamis, (8/9/2022).

Gak tanggung – tanggung, triliunan dana otsus mengalir ke Aceh sejak GAM – RI menandatangani sejumlah poin perdamaian Aceh di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005, namun rakyat Aceh, mantan Kombatan GAM dan korban konflik masih hidup susah di tanah rencong, apa-apa an ini, ujar Tarmizi Age.

Para pihak harus malu pada Uni Eropa, pada CMI dan dunia, jika perdamaian ini gagal bikin mantan kombatan GAM mendapat haknya.

BACA JUGA...  Pertemuan Politik Pasca Pilkada, Usman Lamreung: Awal Baru untuk Aceh dan Komitmen Pusat

Jika reintegrasi menjadi gagal, itu bahaya dalam sebuah perdamaian, maka sudah seharusnya dana otsus itu di tempatkan di gampong saja, tegas putra Aceh yang pernah terlibat bertemu Almarhum Tgk Hasan Muhammad Di Tiro deklator GAM di Swedia dan Martti Ahtisaari mantan presiden Finlandia (Fisilitator Perdamaian Aceh) serta pejabat PBB.

“Kita sudah kurang percaya dengan semua itu, maka kami meminta Bpk Presiden Jokowi dan Parlemen DPR RI untuk merumuskan sebuah aturan agar dana otsus bisa di tempatkan di gampong,” harap Al Mukarram sapaan Tarmizi Age mantan aktivis Aceh di Denmark itu.

Jangan biarkan rakyat Aceh, mantan Kombatan GAM dan korban konflik  terus terbuai dengan angka dana otsus yang begitu besar melalui sejumlah media, tapi gagal merasakannya, tidak menikmatinya, bahkan gak tau kemana uang itu dipakai, that gura, tambah Mukarram.

BACA JUGA...  Dua Calon Geuchik Siap Majukan Gampong Tanjung Selamat

Pemerintah pusat diminta campur tangan lebih banyak dengan dana otsus dalam urusan penempatannya, karena rakyat Aceh tidak merasakan mendapat haknya dari dana otsus itu.

“Kita sayangkan mantan kombatan yang harus hidup sangat susah usai turun gunung, ini sebuah kisah nyata yang menyayat hati, menangis bpk presiden Jokowi kalau tau ini,”ucap Tarmizi Age.

Lanjutnya, Dana otsus bergelimpangan, uang kompensasi mengalir melimpah ruah triliunan, masak ada anggota kombatan GAM yang harus hidup susah dengan tempat tinggal seadanya.

“Menyedihkan sekali, menangis kita kalau bertemu mereka mantan kombatan GAM di kampung-kampung pedalaman Aceh,” beber Tarmizi Age.

Nah, tambahnya, sudah lama di habiskan dana otsus itu entah kemana, atau mungkin ada segelintir orang Aceh yang selalu menikmatinya dengan alasan apa pun.

BACA JUGA...  Wagub Pimpin Rakor Pemulihan Pascabencana

“Maka di penghujung dana otsus yang tersisa, walau sedikit lagi adanya, kami berharap dana otsus itu bisa di kelola gampong. Kecil-besar, dan banyak-sedikit angka dana otsus itu lebih jelas jika ditempatkan di kampung,” pintanya.

Dimata mantan kombatan dan dihadapan korban konflik serta warga sangat bahagia rasanya jika bisa langsung melihat dan merasakan nikmatnya hasil perjuangan dana otsus nya itu, jelas Mukarram.

Jangan lagi siksa batin rakyat, pejuang dan korban, ayo rakyat Aceh bareng-bareng memperjuangkan dana otsus bisa di kelola gampong, tutup Tarmizi Age, yang belum lama ini sempat berkunjung ke Aceh.(R).

Berita Terkait

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh
Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Selasa, 15 September 2026 - 00:15 WIB

Musim Hujan Kembali, Faisal Rizal Desak Pusat Percepat Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Mahasiswa USK Desak Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WIB

Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Berita Terbaru

FEATURE

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:30 WIB

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB