Antusias Pengunjung Tinggi, Pameran Nasional Alat Musik Nusantara di Aceh Diperpanjang

Senin, 27 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, (MA) – Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara 2022 yang berlangsung di Gedung Pameran Temporer Museum Aceh, Banda Aceh, pada tanggal 22 – 25 Juni 2022 mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Pengunjung juga memuji konsep pelaksanaan pameran ini.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal menerangkan, berdasarkan data Museum Aceh hingga hari terakhir pameran, pengunjung yang tercatat mencapai seribu lebih baik dari Aceh maupun nasional.

Almuniza menyebut, jumlah pengunjung Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara 2022 dari tanggal 22 – 25 Juni 2022 mencapai 1.164 orang yang terdata. Angka itu menurutnya lumayan tinggi mengingat jenis pameran yang menampilkan koleksi alat musik tradisional (benda mati).

“Karena tingginya antusias masyarakat, maka pameran ini akan terus kita buka hingga akhir Juli nanti,” ujar Almuniza, Minggu (26/06/2022).

Pameran yang menurut mantan Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh itu event langka, harus diberikan ruang dan kesempatan lebih. Tujuannya agar masyarakat dapat terdorong untuk mengenal dan melestarikan alat musik tradisional daerahnya masing-masing.

“Terutama buat generasi milenial, pameran ini harus jadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dalam membangun negeri khususnya di bidang kebudayaan,” imbuh Almuniza.

BACA JUGA...  Festival Dikee 2022 Sukses, Kadisbudpar Aceh Ajak Milenial Menggelorakan Budaya Zikir

Gayung pun bersambut. Data Museum Aceh mencatat, pada Minggu 26 Juni 2022 atau sehari setelah diperpanjang, pameran yang berlangsung di Gedung Pameran Temporer Museum Aceh Banda Aceh itu dikunjungi oleh 318 wisatawan sehingga angka kunjungan mencapai 1.482 orang per hari Minggu.

“Kita sangat mengapresiasi permintaan Pak Plt Kadisbudpar Aceh tersebut. Kami dari Museum Aceh pun sangat senang dan mengundang siapa saja untuk memanfaatkan momen pameran ini,” kata Kepala Museum Aceh, Mudha Farsyah.

Apresiasi Pengunjung

Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara ke-13 yang berlangsung di Museum Aceh dengan mengangkat tema “Ragam Nada Satu Irama” juga mendapat apresiasi pengunjung.

Apresiasi salah satunya datang dari Budi Husada, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga hadir mewakili Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Menurutnya, pameran yang diselenggarakan Museum Aceh ini sangat komunikatif dan mudah diterima oleh pengunjung.

“Setiap penyelenggaraan Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara setiap daerahnya memiliki kekhasan sendiri baik itu dari penataan, komunikasi dengan pengunjung, dan penyajian koleksi sehingga lebih mudah diterima pengunjung. Di Museum Aceh tahun ini juga punya kekhasannya sendiri yaitu melibatkan unsur-unsur kekinian dan juga visualisasi dalam bentuk digital,” kata Budi Husada, Minggu (26/06/2022), melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA...  Garin Nugroho Akan Isi Masterclass Penyutradaraan Aceh Film Festival 2022

Budi Husada menjelaskan visualisasi koleksi alat musik dalam layar informasi digital touchscreen di ruang pameran sangat tepat untuk memberikan pengunjung pengetahuan mengenai objek yang dipamerkan.

Selain itu, tambahnya, penyajian alat musik berdasarkan enam kavling kepulauan juga sangat menarik. Pengunjung dapat dengan mudah melihat koleksi mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali-NTB-NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku-Papua.

“Alhamdulillah untuk Yogyakarta sendiri mendapat area khusus sehingga cukup mewakili keberadaan alat musik krumpyung yang merupakan warisan budaya tak benda nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha untuk melestarikan alat musik tradisional sebagai warisan budaya takbenda sehingga masyarakat juga termotivasi untuk melestarikannya,” ujarnya.

Kepala UPTD Museum NTT, A Meximus A Asamani, juga memuji pelaksanaan Pameran Nasional Musik Tradisional Nusantara di Aceh. Dia terkesima dengan pertunjukan musik “Melodi Nusantara” pada saat pembukaan acara, yang menampilkan kolaborasi musik daerah dari Sabang sampai Merauke.

BACA JUGA...  Ingin Tahu, Apa Saja Ada di PKA Ke - 8 Kali Ini, Begini Kata Almuniza Kamal 

“Khusus kolaborasi musik dari beberapa daerah yang ditampilkan luar biasa karena untuk menentukan nada dan irama dari alat musik yang berbeda dari beberapa daerah tentu tidak mudah. Hal ini menarik karena sangat terkait dengan tema pameran Ragam Nada Satu Irama,” ujar Meximus, Senin (27/06/2022), melalui pesan WhatsApp.

Kepala Museum NTT juga memberikan dua jempol kepada Museum Aceh yang menyediakan layar informasi digital touchscreen di ruang pameran. “Penjelasan koleksi alat musiknya dengan sistem aplikasi digital sangat baik dan bermanfaat bagi kami NTT ke depannya,” tutur Meximus.

Diberitakan sebelumnya, Pameran Nasional Alat Musik Tradisional Nusantara 2022 yang berlangsung di Gedung Pameran Temporer Museum Aceh menampilkan 200 lebih alat musik tradisional Nusantara dari koleksi 31 museum se-Indonesia. Pameran ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak pertama kali digelar pada tahun 2010 di Museum Nasional Jakarta. Tahun depan, Museum Sulawesi Tengah di Kota Palu akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran nasional ini.[R]

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Berita Terbaru

Satgas PB Asel melaksanakan gotong royong membersihkan Fasum dan rumah warga di Trumon, Kamis, (5/11/2026).(Foto/mediaaceh.co.id,/istimewa).

MILITER

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:05 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat membesuk korban dugaan kekerasan di rumah sakit Pidie.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:57 WIB