Ratusan Pimpinan Dayah di Aceh Utara  Ikut Sosialisasi Vaksinasi

Rabu, 6 Oktober 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Aceh dr Taqwallah, M.Kes, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi dihadapan ratusan pimpinan dayah se Aceh Utara.

Sekda Aceh dr Taqwallah, M.Kes, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi dihadapan ratusan pimpinan dayah se Aceh Utara.

Lhoksukon (MA) – Ratusan pimpinan dayah di Kabupaten Aceh Utara antusias mengikuti kegiatan sosialisasi rencana vaksinasi massal santri dan guru dayah. Kegiatan itu dilaksanakan di aula Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 5 Oktober 2021.

Sosialisasi menghadirkan narasumber utama Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah, M.Kes, yang memaparkan tentang pentingnya dilakukan vaksinasi massal untuk secepatnya mencapai kondisi herd immunity (kekebalan kelompok) dari penularan wabah virus Covid-19.

Di hadapan 197 pimpinan dayah dan para Kepala Puskesmas, Taqwallah secara detail menjelaskan tentang resiko penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Lebih-lebih terkait dengan virus Covid-19 yang sangat membahayakan jiwa manusia.

Taqwallah, yang juga mantan Kepala Puskesmas Seunuddon itu, hampir satu jam lamanya memaparkan tentang bahaya virus yang telah sangat meresahkan kehidupan global saat ini.

“Saya ajak Teungku-Teungku dan semua pimpinan dayah, agar penjelasan ini dapat diteruskan kepada para santri, para orang tua dan wali santri, dan guru-guru yang ada di dayah, sehingga semuanya bisa memahami dengan benar dan pentingnya dilakukan vaksinasi,” ajak Taqwallah.

Taqwallah mengajak semua pihak untuk menjadi contoh teladan dalam kegiatan vaksinasi massal, serta mengajak orang lain sesuai dengan amanah dan tanggungjawab masing-masing. “Semua penyakit ini adalah qadar dari Allah SWT, manusia hanya wajib berikhtiar dengan cara menjaga diri, menjaga keluarga, lingkungan tanggungjawab dan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Optimalisasi Tata Kelola Kescatin, Dinkes Bener Meriah Buat Program Binwin 

Virus corona, kata Taqwallah, menular dari manusia ke manusia melalui pernapasan atau percikan. Virus ini merusak paru-paru dalam waktu relatif sangat singkat. Untuk memutus mata rantai penularannya, yakni dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan melalui vaksinasi.

Vaksin, lanjut Taqwallah, harganya mahal dan ketersediaannya terbatas. Oleh karena itu, ketersediaan vaksin dilakukan secara nasional oleh pemerintah. Sasaran utamanya adalah untuk mencapai kondisi herd immunity (kekebalan komunitas/kelompok) dengan target vaksinasi sekitar 75 persen dari jumlah penduduk.

Dijelaskan, vaksin terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh dan kekebalan kelompok. Proses vaksinasi Covid-19 di Aceh pada awalnya menyasar tenaga kesehatan dalam jumlah terbatas, petugas pelayanan publik, dan kelompok lanjut usia.

Pada tahap berikutnya, lanjut Taqwallah, vaksinasi dilakukan untuk warga sekolah, yakni guru dan siswa. Saat ini vaksinasi diprogramkan untuk warga dayah, yakni untuk santri dan guru dayah, dengan target bisa terlaksana antara tanggal 1 hingga 15 Oktober 2021.

Menurut Sekda Taqwallah, Pemerintah Aceh saat ini terus berupaya agar seluruh masyarakat segera mendapatkan layanan vaksinasi. Sampai dengan 1 Oktober 2021 masyarakat Aceh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.020.155 orang. Mereka adalah tenaga kesehatan sebanyak 61.274 orang, warga Lansia 29.564 orang, petugas layanan publik 304.767 orang, masyarakat rentan dan umum 599.301 orang, dan anak usia remaja sebanyak 25.249 orang.

BACA JUGA...  ‎Dari Langkahan Hingga Sawang, Ayah Wa Terobos Seluruh Wilayah Terisolir Banjir di Aceh Utara 

Pada kesempatan itu, Taqwallah mengajak para pimpinan dayah untuk saling mengingatkan, saling membantu, dan saling bekerjasama untuk menyukseskan vaksinasi di wilayah Aceh Utara. “Bagi santri-santri yang sudah divaksin, jangan segan-segan untuk mengajak teman-teman dan keluarga agar ikut divaksin,” ungkapnya.

Sekretaris Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf Tauhid dan Fiqh (Tastafi) Kabupaten Aceh Utara Tgk H Zulfadli mengatakan pihaknya mendukung penuh program vaksinasi untuk warga dayah. Hanya saja, pelaksanaannya harus dilakukan dengan sangat bersahaja dan bijaksana, serta diawali dengan edukasi yang mumpuni kepada santri dan orang tua santri, sehingga tidak menimbulkan kondisi tidak nyaman bagi warga dayah. “Jangan sampai ada santri meninggalkan dayah karena khawatir dengan vaksinasi,” harap Waled Landeng, sapaan akrab Tgk Zulfadli.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala, M.Si, dalam arahannya meminta para Kepala Puskesmas agar secepatnya berkoordinasi dengan para pimpinan dayah setempat, bermusyawarah mencari cara terbaik dan bijak. Murtala juga meminta para petugas vaksinator agar melakukan vaksinasi dengan cara-cara yang penuh kekeluargaan, santun, dan humanis.

BACA JUGA...  Tingkatkan Pelayanan Publik, Aceh Utara MoU dengan Sumedang

“Ajak para santri untuk berbicara, tanyakan apakah ada keluhan sebelum divaksin, edukasi mereka tentang manfaat vaksin dan efeknya terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain jika tidak divaksin. Edukasi dari hati ke hati ini sangat penting, sehingga mereka bisa menerima vaksinasi ini dengan nyaman dan tenang,” kata Murtala.

Sosialisasi vaksinasi massal untuk warga dayah yang digelar di aula Kantor Bupati Aceh Utara, Selasa, 5 Oktober 2021, dihadiri oleh 197 pimpinan dayah dan 32 Kepala Puskesmas. Juga ikut hadir Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri, S.Ag, MH, Asisten I Sekdakab Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos, MAP, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara Abdullah Hasbullah, S.Ag, MSM, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin, SKM, perwakilan dari Kodim 0103/Aut, perwakilan dari Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe, Ketua MPU Aceh Utara, para pimpinan organisasi ulama, organisasi santri, dan Ormas keagamaan. (*).

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi.

EKBIS

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:08 WIB