Memiliki Historis, Bupati Abdya Kembangkan Padi Sigupai

Senin, 17 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim (baju batik) saat meninjau tempat penangkaran Padi Sigupai di BBU Tangan-Tangan

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim (baju batik) saat meninjau tempat penangkaran Padi Sigupai di BBU Tangan-Tangan

Abdya (MA) Breuh Sigupai merupakan padi lokal yang memiliki sejarah bagi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sehingga Kabupaten yang baru mekar pada 2002 itupun dijuluki sebagai Kabupaten Breuh Sigupai.

Saat ini, Breuh Sigupai sudah sangat jarang didapatkan, selain umurnya yang terlalu panjang juga sulitnya mendapatkan benih asli Sigupai. Terkait hal itulah, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim terus mengembangkan padi veritas lokal tersebut.

BACA JUGA...  Komitmen Lestarikan Budaya, Bank Aceh Dukung Penuh Pagelaran PKA Ke-8 

“Meskipun dulu sempat hilang namun berkat usaha kita semua bibitan ini lambat laun sudah mulai berkembang. Salah satunya uji perbaikan verietas Sigupai dengan metode greenhouse,” kata Akmal saat meninjau lokasi pengembangan Sigupai di Komplek BBU Tangan-Tangan. Senin, 17 Februari 2020.

Menurut Bupati Akmal, Sigupai dapat tumbuh subur di Kabupaten Abdya, terlebih saat ini pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya telah melakukan pemeriksaan terhadap pertumbuhan Sigupai.

BACA JUGA...  F-CSR dan FW-AMPK Desak PT. Semadam Melalui BPN, Minta Data HGU, HPT dan APL

“Hasilnya, pemuliaan yang dinilai bagus dengan butir Sigupai ini rata-rata mencapai 400 hingga 450 biji per malai, sedangkan anaknya mencapai 15 hingga 20 batang, selain itu juga tahan terhadap penyakit dengan potensi hasil 10 sampai 15 ton per hektar,” papar Bupati Akmal.

Pada kesempatan itu, Bupati Akmal mengakui, Sigupai selain ikon Kabupaten Abdya juga memiliki nilai cukup tinggi di bidang bisnis.

BACA JUGA...  Warga Alue Keutapang Terima Vaksinasi Secara Massal

“Saya sangat bangga sekali karna kita sudah memiliki bibit asli Sigupai ini, selain harganya berasnya yang cukup tinggi, rasa dan aromanya sangat berbeda dengan beras lain,” singkat Bupati Akmal.(TM).

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

 Helmi ketua PETA Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:46 WIB

RAGAM BERITA

FPRMI Aceh Bahas Batas Pidana Pers

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:25 WIB

Puncak Gunung Lubuk Layu Samadua yang biasanya tampak menghijau dari kejauhan sekitar 3-4 Km, mini terlihat diliputi kabut asap.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:19 WIB

EKBIS

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:13 WIB