Forum Pemuda Aceh Pertanyakan Kinerja BPMA

Minggu, 16 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (MA)- Forum Pemuda Aceh (FPA) mempertanyakan kinerja Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang mulai beroperasi sejak tahun 2016 lalu, hingga kini dinilai belum mampu menunjukkan kinerja sesuai harapan publik,

“Lebih baik BPMA di hapuskan saja, sebab sama sekali kita tidak melihat kinerjanya selama ini. Kita juga bingung, apa yang telah dikerjakan BPMA untuk masyarakat Aceh walaupun lembaga ini lahir berkat implementasi dari Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) Pasal 160 ayat (1) dan (2),” ungkap Ketua Koordinator Forum Pemuda Aceh Syarbaini dalam siaran persnya kepada media ini, Minggu 16 Februari 2020.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Peringati Hardikda Ke-66

Menurutnya, kehadiran lembaga ini sejak awal diharapkan mampu meningkatkan kinerja produksi migas Aceh  sehingga pendapatan Aceh dari Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) migas meningkat secara signifikan.

“Namun harapan tersebut justeru bertolak belakang dengan harapan publik, BPMA malah lebih banyak disorot soal fasilitas mewah yang diterima pegawainya. Seperti gaji, tunjangan, biaya asuransi dan sebagainya,” ujar Syarbaini.

Oleh karena itu, wajar jika banyak pihak mempertanyakan tata kelola dan kinerja manajemen BPMA. Publik menilai BPMA tidak transparan dalan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai regulator industri migas di wilayah Aceh. Bagaimana kita dengan berbagai fasilitas mewah yang diterima oleh pegawai BPMA mulai dari gaji yang besar, tunjangan yang tinggi dan jasa asuransi kelas VIP, harusnya BPMA dapat menunjukkan kinerja gemilang,

BACA JUGA...  Tangisan Warga Pesisir Harapkan Bantuan Batu Pemecah Ombak dari Pemerintah

“Sebetulnya dengan kehadiran BPMA, kita ingin melihat produksi migas Aceh dan penerimaan APBA dari sumber migas meningkat signifikan. Setidaknya grafik pendapatan Aceh dari TDBH migas dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi ekspektasi publik tersebut hingga kini belum mampu dijawab oleh BPMA. Padahal anggaran operasional lembaga ini sangat besar. Sehingga menjadi pembicaraan dilakangan masyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA...  Terkait Pengisian Plh Sekda Bener Meriah, Ini Penjelasannya 

“KIta berharap kepada Pemerintah Aceh supaya ada penjelasan khusus dari pihak BPMA terkait perkembangan migas di Aceh, Publik tentu ingin mendapatkan penjelasan keterbukaan terkait BPMA yang sama sekali tidak transfaran sehingga BPMA punya target untuk meningkatkan produksi migas pada tahun 2020 ini,” pinta Syarbaini.

Selain itu, kami juga menginginkan supaya Pemerintah Aceh harus serius mengontrol BPMA dalam menjalankan Tugasnya sebagai pengelola migas di Aceh,” tutup Ketua Koordinator FPA. (R)

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru