Kadinkes Aceh Utara Akan Meningkatkan Pelayanan Masyarakat Untuk Seluruh Pukesmas

Aceh Utara (MA) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM akan meningkatkan pelayanan seluruh puskesmas di Aceh Utara dan akan kita serap semua pelayanan untuk masyarakat, sehinga tidak ada lagi isu -isu miring di kalangan masyarakat yang menyatakan pukesmas itu tidak bagus dalam pelayanannya.

Kata Kadinkes Aceh Utara, Amir Syarifuddin Kepada Media seusai serah terima jabatan (Sertijab) di aula Dinkes yang berada di Gampong Alue Mudem, Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (29/1/2020).

BACA JUGA...  Jelang Natal dan Tahun Baru, Pj Bupati Aceh Utara Bahas Isu Strategis dengan Forkopimda

Dikatakan Amir Syarifuddin, Kedepan Kita akan mengupayakan untuk melayani masyarakat dengan sempurna dan seutuhnya sesui dengan kemauan masyarakat di pukesmas.

“Selain kita akan membenahi Pukesmas, saya juga akan membina semua staf mulai dari Sekdis, Kabid dan Kasi sesuai dengan tepoksinya masing-masing sehingga mereka bisa bekerja seoptimal mungkin,”ucap Amir Syarifuddin.

Menurut Amir Syarifuddin, Jika nantinya tidak juga berhasil dalam jangka waktu yang sudah di batasi, mungkin akan kita evaluasi lagi dan akan kita rombak apabila tidak mengikuti tuntutan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Tengah Lantik 3.327 PPPK Paruh Waktu di lapangan Musara Alun Takengon

“Saya tegaskan, sekarang tidak ada perombakan kabinet di Dinkes, yang ada hanya pembinaan,”ujarnya.

Amir Syarifuddin juga menjelaskan program kedepan akan menjalankan tugas sesuai dengan tepuksinya yaitu membantu Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib bersama Wakil Bupati, Fauzi Yusuf dalam hal bidang kesehatan.

” Kita akan memperbaiki kesehatan di Aceh Utara sesuai dengan peraturan yang di berikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia,” Ungkap Amir Syarifuddin.

BACA JUGA...  Klinik Harmitha Panton Labu Buka Rawat Inap dan UGD 24 Jam

Amir Syarifuddin juga berharap kedepan, kesehatan di Aceh Utara bisa seoptimal mungkin pelayanannya kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi bahasa masyarakat yang di zalimi tentang kesehatan. Pungkasnya.(021).