Mahasiswa Minta Klarifikasi RSUD CND Meulaboh Terkait Isu Menelantarkan Pasien

Kamis, 16 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh (MA) – Mahsiswa minta klarifikasi kepada Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND), terkait isu menelantarkan pasien yang sedang melahirkan. Bahkan, mahasiswa mendatangi rumah sakit pemerintah Kabupaten Aceh Barat itu, untuk meminta penjelasan terkait kabar negatif yang sedang beredar di masyarakat.

Sulthan Alfaraby mahasiswa UIN Darussalam Banda Aceh, dalam rilisnya yang dikirim ke media ini menyebutkan, mengutip dari salah satu Instagram pada tanggal 16 Januari 2020 yang memposting gambar dan video serta berisi penjelasan dari pihak pasien yang mengaku telah ditelantarkan, dengan caption:

“Miris Seorang Pasien melahirkan tidak semestinya, hingga pendarahan hebat di kamar Mandi. Padahal sebelumnya Pasien sudah memperingatkan kepada pihak bertanggung jawab, tapi kata mereka “belum saatnya melahirkan”. _Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien Meulaboh”.

BACA JUGA...  AKP Andria Hariza Nugraha Kabag Ops Polres Aceh Selatan

Setelah viralnya postingan tersebut, mahasiswa langsung mendatangi pihak rumah sakit untuk mendengarkan pengakuan dari pihak RSUD CND. Kepada Sulthan Alfaraby, pihak RSUD CND yang diwakili oleh Kasubbag Hukum dan Humas, Susi Maulhusna, AMK, memberikan pengakuan bahwa pihak rumah sakit tidak menelantarkan pasien tersebut.

“Pasien tersebut tidak ditelantarkan dan telah ditangani sejak jam 10 pagi (sebelum beredar isu tersebut), dan telah ditangani sesuai SOP. Kebetulan diperiksa langsung oleh dokter spesialis dan tetap dalam pengawasan petugas”, ujar Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND Susi Maulhusna Kamis (16/01/20).

Belum merasa cukup dengan penjelasan pihak rumah sakit, Sulthan Alfaraby kemudian bertanya lagi tentang penyebab pasien bisa melahirkan di kamar mandi. Menurut pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien tetap dalam pengawasan dan izin ingin Buang Air Kecil (BAK).

BACA JUGA...  YSTC dan Pemkab Pijay Sosialisasi Perbub SMAB

“Pasien dalam pengawasan dan izin Buang Air Kecil (BAK) ke kamar mandi. Berdasarkan keterangan petugas, diberitahukan jika memang pasien merasa ingin Buang Air Besar (BAB) agar memberitahukan kepada petugas. Namun, pasien hanya ingin BAK. Sebelum pasien BAK, sudah dilihat belum menunjukkan gejala melahirkan dan baru bukaan 4. Kalau bukaan melahirkan itukan 10”, ujar Kasubbag Hukum dan Humas RSUD CND.

Usai meminta kejelasan dari pihak RSUD CND, Sulthan Alfaraby langsung izin pamit. Kepada awak media, Sulthan Alfaraby berharap, agar RSUD CND Meulaboh terus menghargai dan meningkatkan lagi kualitas pelayanan pasien-pasien yang ingin mendapatkan pelayanan medis. Karena tanpa pasien, maka RSUD CND tidak akan bisa menjadi tipe rumah sakit yang berjaya kedepannya.

BACA JUGA...  Ratusan Mahasiswa Aceh Orasi Damai, Koordinator, Tidak Dipenuhi Kembali Digelar

“Sudah saya dengarkan penjelasan dari pihak RSUD CND Meulaboh, bahwasanya dapat saya simpulkan masalah ini sepertinya sudah cukup sekali saja terjadi. Saya hanya berharap kepada pihak rumah sakit untuk terus menghargai dan memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Tanpa pasien, RSUD CND bukanlah apa-apa. Saya juga kecewa, bahwa RSUD CND kini turun kelas dari B menjadi C. Semoga kedepannya bisa naik lagi dan menjadi pelopor pelayanan terbaik di sepanjang daerah Barat Selatan Aceh. Ini adalah masalah kita bersama, mari kita berbenah”, tutupnya.

Seperti lansir media ini sebelumnya ada pasien yang hendak melahirkan di Rumah Sakit Cut Nyak Dhein Meulaboh diterlantarkan maka, mahasiswa UIN Darussalam Banda Aceh mendatangi RSUD CND Meulaboh Aceh Barat.(Jalal)

Berita Terkait

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Berita Terbaru

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB

RAGAM BERITA

DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:38 WIB