Unicef Nilai Program Geunaseh Pemko Sabang Pertama Di Dunia

Sabang (MA) – Unicef menilai bahwa program Geunaseh, merupakan program keperdulian terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak yang berumur 0 hingga 6 tahun. Diharapkan, program tersebut dapat diikuti Pemerintah lainnya di Aceh dan warga dunia lainnya.

Dalam sambutannya Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom mengatakan, program Gerakan Sehat dan Kasih Sayang Anak (Geunaseh) merupakan program inovasi Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, dalam penanganan malnutrisi dan stunting bagi anak., katan Wali Kota pada launching program Geunaseh, Kamis 10 Oktober 2019, di Lantai V kantor Wali Kota Sabang

Tujuannya tambah Wali Kota, untuk meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak Sabang yang berumur 0 hingga 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai setiap bulanya.

“Terlaksananya program Geunaseh ini tidak terlepas atas dukungan pihak Unicef Perwakilan Aceh, dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana kegiatan,” tambah Wali Kota Sabang.

Dijelaskan, penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang harus ditangani secara terintegrasi, agar tidak menimbulkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi yang berdampak pada ancaman kehilangan generasi sehat di Kota Sabang.

BACA JUGA...  Pj Wali Kota Lhokseumawe Lantik 21 Keuchik dan 2 Imum Mukim

Untuk penangan tersebut, maka diluncurkanlah program bantuan tunai Geunaseh Sabang. Diharapkan bantuan dari program Geunaseh kiranya, dapat menjadi penopang pendapatan keluarga penerima untuk digunakan memenuhi kebutuhan dasar bagi anak 0 hingga 6 tahun.

Program Geunaseh juga merupakan salah satu komponen dari program pengentasan permasalahan malnutrisi terintegrasi yang dilaksanakan di Kota Sabang, dalam melengkapi program Beasiswa Pendidikan Kota Sabang yang sudah diberikan ke seluruh siswa/siswi di Kota Sabang mulai umur 7 hingga 18 tahun yang duduk dibangku sekolah.

Lebih lanjut terang Wali Kota, program tersebut merupakan respon cepat terhadap tingginya jumlah kasus malnutrisi dan stunting di Sabang, berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), pada tahun 2018, angka stunting balita di Kota Sabang mencapai 540 dari 2.037 balita atau sebesar 26.5%, dengan kata lain, 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami stunting. Jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20%.

BACA JUGA...  Kakanwil Kemenkumham Aceh Kunjungi Lapas Lhoksukon, Ini Pesannya

Mengingatkan, bahwa terobosan melalui Geunaseh Sabang dapat sejalan dengan upaya Pemerintah pusat yang telah meluncurkan gerakan nasional Percepatan Perbaikan Gizi (PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013, tentang Gerakan Nasional PPG dalam kerangka 1000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, indikator dan target pengentasan malnutrisi, khususnya stunting, merupakan sasaran pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 dan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2017-2019.

Oleh sebab itu diharapkan, pentingnya dukungan dan komitmen dari SKPK, pemerintah gampong, masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk dapat konsisten menekan angka kejadian malnutrisi dan stunting pada anak di Kota Sabang. Apalagi, Pemerintah telah menjalankan program Geunaseh ini.

“Dihimbau kepada semua pihak, agar koordinasi lintas sektor dapat ditingkatkan dan perlu juga dilakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan guna perbaikan ke depannya,” terangnya.

BACA JUGA...  Sehari Pasca Dilantik, Plt. Kadisdikbud Aceh Tengah Langsung Sambangi Gugus PAUD

Kepala perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, dalam sambutannya mengapresiasi terobosan program yang diprakarsai Pemko Sabang, dan diharapkan program Geunaseh Sabang dapat diduplikasi pihak Kabupaten/Kota lainnya di Aceh bahkan dunia.

Pada hari ini, Pemerintah Kota Sabang mengambil langkah lebih maju untuk menjadi “kota sejahtera”, dengan meluncurkan rencana perlindungan sosial Geunaseh Sabang, yang didanai secara lokal, untuk semua anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.

“Program tersebut berarti akan mencakup sekitar 4.000 anak, program ini pula, Pemerintah Sabang memberikan contoh pengentasan permasalahan malnutrisi dan kemiskinan anak di Aceh dan juga di dunia karena pelajaran yang dipetik dari program ini agar dapat direplikasi dan ditingkatkan,” ujar Debora.

Dia juga mengucapkan selamat kepada Kota Sabang karena menjadi pemimpin kelas dunia, dalam keperdulian terhadap kesehatan balita, ibu menyusui dan pendidikan bagi anak usia pelajar. (Jalal).