Pidie (MA) – Pameran yang digelar pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Aceh yang ke 34, yang dibuka Plt Gubernur Aceh tanggal 21 September 2019, Stand Dewan Usaha Keuangan Mikro (UKM) Pidie mengusung tema Glee, Blang dan Laot (red- Rimba, Sawah dan Laut).
Tema tersebut kata salah seorang peserta pameran Kabupaten Pidie Muhammad Nazaruddin, diangkat sesuai adat daerah itu yang merupakan sumber utama penghidupan di Kabupaten Pidie, dari hasil kebun atau beladang, pertanian padi di sawah dan juga hasil penangkapan ikan di laut., kata M Nazaruddin kepada media ini Sabtu malam lalu.
Dijelaskan, bagi masyarakat Pidie yang ingin mengunjungi stand Kabupaten Pidie dapat mendatangi langsung ke stand yang berada tepatnya, didepan stand Kantor Pertanahan Kabupaten Pidie yang bersebelahan dengan stand Souvenir Kaos MTQ Aceh XXXIV tahun 2019.
Stand Dewan UKM Pidie di memamerkan berbagai kerajinan Lokal, diantaranya tampilan anyaman produksi Gampong Pulo Pande, Kecamatan Batee. Turut juga di pamerkan kerajinan yang didatangkan dari luar Aceh, hal itu dikatakan, “Sebagai upaya untuk memancing daya usaha masyarakat agar termotivasi melahirkan produk lokal yang dapat dipasarkan hingga ke tingkat internasional”, jelas Nazaruddin yang gemar pada kelestarian pariwisata ini.
Dia menambahkan, pada pameran ini juga ada upaya memburu potensi lokal yang sudah hampir punah, yaitu yang mencakup pelaku usaha.
Dan juga upaya memperkenalkan potensi alam yang dapat dimanfaatkan menjadi produk lokal, karena Pidie merupakan Kabupaten yang banyak memproduksi berbagai produk seperti kerupuk mulieng (belinjo), tikar seuke, tikar iboih, garam lokal dan juga beulangong tanoh (belanga terbuat dari tanah)., terangnya. (Mukhlisin)




