Forkab Aceh Nilai, Statement Referendum Mualem Adalah Bentuk Kepanikan

Selasa, 28 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP Forum Komunikasi Anak Bangsa (DPP- Forkab) Aceh Polem Muda Ahmad Yani menyatakan, bahwa statement referendum yang diutarakan Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di depan Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, dan Kajati Aceh, adalah bentuk sikap arogansi sekaligus kepanikan Mualem akibat kekalahan demi kekalahan target ambisius politik yang tidak bisa dicapai.

“Hal itu menunjukan, jika pengaruh Mualem kian merosot sehingga diperlukan isu sensasional untuk mengembalikan kepercayaaan publik dan memulihkan citra partainya yang kian ditinggalkan masyarakat,” ungkap Polem Muda, melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Selasa 28 Mei 2018.

Walaupun demikian, menurut Polem, jika isu atau wacana Referendum tersebut, merupakan opini biasa saja di era domokrasi mengingat semua orang diperbolehkan berpendapat selama pendapatnya bisa di pertanggungjawabkan.

BACA JUGA...  Amuk Massa di Trumon Aceh Selatan, Satu Unit Mobil Dibakar, Satu Babak Belur

Hanya saja kita merasakan, statement referendum yang di ucapkan Mualem itu, tidak didasarkan pada niat dan ketulusan hati untuk memperbaiki kondisi Aceh, melainkan ditunggangi oleh motif politik sesaat dengan menyerang pemerintahan Jokowi– Jk dengan isu disintegrasi bangsa dan berada di ambang kehancuran dan acaman dari negara lain.

Berdasarkan konteks inilah, Polem menyebutkan, bahwa penyataan Mualem itu sarat provokatif dan penyebaran hoax di tengah masyarakat.

“Dengan adanya fakta yang dikemukakan tersebut, DPP Forkab Aceh menyarankan agar perlu kejelian dalam membaca konteks dari setiap penyataan politik Mualem, sehingga masyarakat tidak terbuai lagi dan larut dengan politik pencitraan atau symbolic yang berulang seperti pada kasus perjuangan Mualem pada persoalan pengibaran bendera bulan bintang yang malah akhirnya blunder dan menciptakan ketegangan hubungan pemerintahan Aceh dengan Jakarta.”

BACA JUGA...  Relawan Merpati Putih Siap Menangkan Paslon HAMAS

“Oleh karena itu, DPP Forkab Aceh menilai, statement Mualem tidak lebih dari bentuk kepanikan level tinggi yang di akibatkan strategi politiknya kian gagal dan menurunkan pamor politiknya di tengah masyarakat. Konteks ini tidak lepas diawali pada persoalan saat kekalahan Mualem bertarung di pilgub 2017 tahun lalu antara Muzakir-TA Khalid vs Irwandi-Nova. Kemudian, merosotnya perolehan kursi Pileg 2019 ini, belum lagi di tambah dengan kekalahan Prabowo atas Jokowi di pilpres 2019, yang mana Mualem terlibat aktif dalam pemenangan prabowo-sandi,” sebut Polem.

BACA JUGA...  Polda Aceh Peringati Hari Kelahiran Pancasila

Lanjut Polem menambahkan, wacana yang mengemuka seputar isu referendum tersebut, merupakan ide brilian yang patut menjadi diskursus public serta analisis mendalam untuk nantinya dijadikan bahan diskusi ilmiah, agar semakin mendewasakan masyarakat dalam menghormati setiap perbedaan pendapat.

DPP Forkab Aceh menegaskan, jikapun wacana ini dijadikan bahan diskusi serius dan diperjuangkan secara konstistusional dalam koridor negara hukum, tentu Forkab akan mendukung selama tidak menciptakan konflik baru dan pertumpahan darah sesama anak bangsa.

“Malah Polem menyarankan, agar segenap element mendukung berkembangnya wacana referendum yang kian mengemuka dan kita anggap sah-sah saja diperjuangkan, selama tidak merusak perdamaian dan menimbulkan suasana tidak kondusif kedepannnya,” tutup Ketua umum DPP Forkab Aceh ini. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh
Semarak HUT ke-81 RI, Geuchik Ranto Panyang Raih Juara II Lomba Dakwah
Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 
Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas
Pemkab Aceh Barat Bantu Proses Pemulangan Korban Scam Kamboja
Karya Jurnalistik Warnai HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Ini Nama Pemenang 
Koperasi Merah Putih Disorot, Panitia Beri Klarifikasi Soal Jadwal dan Honor

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:50 WIB

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Pernyataan JK soal Kericuhan Aceh Dibantah, Faisal: Masyarakat Kecewa MoU Tak Tuntas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Bantu Proses Pemulangan Korban Scam Kamboja

Berita Terbaru

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB