80 Tahun SPS, Menjaga Marwah Pers di Tengah Gelombang Disrupsi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal SPS, Asmono Wikan, menilai tantangan perusahaan pers saat ini tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga membangun model bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Didirikan di Yogyakarta pada 8 Juni 1946 oleh para pelopor pers nasional, SPS telah menjadi saksi perjalanan bangsa sekaligus mitra strategis dalam menjaga kehidupan demokrasi. Kini organisasi tersebut memiliki 30 cabang provinsi dan 614 anggota perusahaan pers di seluruh Indonesia.

BACA JUGA...  Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar Kembali Dikukuhkan Sebagai Wali Nanggroe Aceh, Ini Pesan Usman Lamreung 

Memasuki usia delapan dekade, SPS tidak sekadar merayakan panjangnya perjalanan organisasi. Lebih dari itu, SPS sedang menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan pers Indonesia tetap hidup, dipercaya publik, dan mampu menjadi penopang demokrasi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.(R)