Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera meninjau kembali desain dan kondisi fisik jembatan, serta melakukan perbaikan atau penyesuaian kemiringan agar lebih ramah bagi pengguna jalan.
Dengan demikian, keberadaan jembatan permanen yang semula dibangun untuk mempermudah mobilitas warga benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan kekhawatiran saat dilintasi.
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Syaiful Kamal ketika dikonfirmasi mediaceh.co.id di Tapaktuan, kemarin, mengakui bahwa paket proyek tersebut belum rampung 100 persen.
“Masih ada item pekerjaan yaitu pengaspalan yang belum dilaksanakan,” katanya.
Tentang adanya keluhan warga setempat terhadap tingginya tanjakan badan jembatan, Syaiful tidak menjelaskannya, kecuali menyebutkan bahwa proyek tersebut belum rampung.
Sebagaimana diketahui, proyek jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran DOKA senilai Rp. 2,1 Milyar.(Maslow Kluet).




