PIDIE JAYA | MA — Sinergi antara Pemerintah Pusat, lembaga swasta, serta LSM lokal dan asing menjadi kunci utama dalam percepatan normalisasi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, Wamenaker RI Dr. Afriansyah Noor, mengutus Tenaga Ahli (TA) Wamenaker Kemenaker) RI, Dr. Erlinda, S.Pd, M.Pd di penghujung Desember 2025 membawa angin segar bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya yang terdampak cukup parah.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya beserta masyarakat menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian berbagai pihak yang mencurahkan perhatian pada sektor-sektor krusial. Bencana hidrologi ini tidak hanya merusak fasilitas umum dan rumah warga, tetapi juga memutus akses air bersih dan melumpuhkan Balai Latihan Kerja (BLK) Pidie Jaya. Kehadiran TA Wamenaker sebagai “Jembatan Komunikasi Efektif” antara pusat dan Daerah, sehingga Pemkab Pidie Jaya dapat berkoordinasi langsung dengan BNPB RI dan kementerian/lembaga secara cepat yang dilakukan dengan pendekatan penanganan bencana yang menggabungkan, kecepatan administrasi, kepastian hukum, Empati sosial dan sensitivitas historis Aceh
Dalam kunjungannya, Erlinda secara khusus menyoroti kondisi BLK Pidie Jaya yang mengalami kerusakan berat. Sebagai jantung pengembangan keterampilan generasi muda, BLK memiliki peran strategis dalam menyediakan tenaga kerja ahli yang
nantinya dapat membantu percepatan rekonstruksi daerah sendiri.




