Selain membawa komitmen pembangunan infrastruktur, Kemenaker RI juga menyalurkan bantuan langsung untuk kebutuhan mendasar warga, meliputi:
– Makanan siap saji dan perlengkapan dapur, Perlengkapan ibu, bayi, serta perlengkapan ibadah, 5 Unit Tangki Air (Toren) untuk mengatasi krisis air bersih di titik-titik pengungsian.
Selama di Pidie Jaya, Erlinda melakukan serangkaian kegiatan intensif. Dimulai dengan koordinasi di Posko Utama Bencana bersama Wakil Bupati Pidie Jaya, para Asisten, Kepala DPMPTSP Nakertrans Pidie Jaya serta Kepala Disperindagkop Pidie Jaya untuk memetakan prioritas pemulihan.
Rombongan juga meninjau langsung beberapa titik krusial, di antaranya :
1. Sektor Pendidikan: Mengunjungi Komplek SD IT AN-NUR yang terdampak. 2. Sektor Ekonomi Rakyat: Meninjau lahan sawah yang tertimbun material longsor serta lahan tambak di Meunasah Balek. 3. Sektor Kelautan: Mengunjungi PPI Meureudu dan berdialog langsung dengan warga sekitar untuk menyerap aspirasi mereka.
Kunjungan ini menegaskan bahwa Pemerintah Pusat hadir di tengah masyarakat Aceh.
“Kami menitipkan usulan rehabilitasi BLK Pidie Jaya kepada Tenaga Ahli (T A) Wamenaker Erlinda, agar segera mendapatkan respons dari Menteri Ketenagakerjaan RI. Kita ingin generasi muda di sini kembali berdaya dan ikut andil dalam memulihkan kondisi ekonomi daerah melalui keahlian yang dimiliki dan menciptakan Ekosistem Ekonomi produktif pada situasi bencana yg saat ini menuju tahap Pemulihan & Rekonstruksi,” ujar Kepala DPMPTSP Nakertrans Pidie Jaya Fajri, Jum’at, (9/1) disela-sela pendampingan ke lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan di daerah terdampak bencana.




