Wakil Rakyat Tak Tepat Janji, Aspirasinya Lebih Banyak Untuk Kepentingan Pribadi

Amrul tokoh buruh Kota Sabang.

Sabang, (MA) Wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, dinilai tidak menepati janjinya sebagai mana yang diucapkan saat kampanye dulu, buktinya aspirasi rakyat yang semestinya untuk kepentingan rakyat akan tetapi lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Omong kosong dulu ya saat belum duduk janjinya bukan main bahwa akan membantu rakyat namun, sekarang setelah menjadi anggota dewan lupa dengan rakyatnya. Buktinya, aspirasi rakyat bukan disalurkan untuk kepentingan rakyatnya akan tetapi lebih banyak untuk kepentingan pribadi,” demikian dikatakan tokoh buruh Kota Sabang, Amrul kepada mediaaceh.co.id ini Jumat, (11/03/2022) di Sabang.

BACA JUGA...  BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Selama Lebaran 

Amrul menjelaskan, awalnya berharap pada Partai Nasional (Parnas) yang katanya masih mau melihat rakyat melalui dana aspirasi yang dikelolanya namun, pada kenyataannya Parnas juga lebih parah lagi dalam mencangkul anggaran untuk menumpukan ke hal-hal kepentingan pribadi.

Kalau Partai Lokal (Parlok) sudah jelas ada masanya (masyarakat) sendiri yang harus diperhatikan sesuai janji mereka saat membutuhkan suara dulu, akan tetapi yang disayangkan bagi masyarakat yang tidak bergabung dengan Parlok kini harus gigit jari, karena tidak ada perhatian dari partai yang mereka pilih.

BACA JUGA...  Aceh Diantara Covid19 dan Kepatuhan

“Memang ada yang mendapat perhatian namun, sangat kecil sekali itu hanya orang-orang terdekat dan keluar alias konco-konconya saja sementara masyarakat lainnya yang memilih mereka kini menjadi penonton dan gigit jari,” ujar Amrul.

Amrul berharap, masih ada waktu untuk memperbaiki jadi diri dengan melihat masyarakat dengan keseluruhan bukan sepotong-sepotong atau orang-orang itu saja. Pasalnya, orang lain juga perlu perhatian dari utusannya di DPRK.

BACA JUGA...  Tujuan Sail Guna Mempromosikan Potensi  Wisata Bahari Sabang

“Harapan kami rakyat tidak banyak hanya perlu perhatian anggota DPRK terutama dari dana aspirasi, selagi masih ada waktu sedikit lagi. Jangan lah orang-orang terdekat saja yang diperhatikan sedangkan kami yang ikut memilih mereka dilupakan,” harap tokoh buruh senior ini.[Red]