“Bertepatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diselenggarakan ajang trail merdeka ini, bertujuan menginformasikan kepada khalayak, disini makam tempat peristirahatan terakhir Pahlawan Nasional Srikandi Aceh, yaitu Cut Nyak Meutia,” sebutnya.
Danrem mengatakan, tugas kita sekarang bukan lagi berperang melawan penjajah, melainkan melanjutkan perjuangan mereka dengan cara yang berbeda. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan nilai positif.
“Kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata, dedikasi untuk membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Dari sinilah mari kita jaga persatuan dan kesatuan, serta kita menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pancasila, diharapkan kegiatan ini dapat menjalin silaturahmi,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan peserta rider berasal dari luar Aceh mengaku, merasa puas kegiatan dengan rute jalur yang menantang, walaupun sejumlah rider sempat terjatuh.
“Luar biasa rutenya, menurut saya ini sangat menantang, ada sejumlah rider terjatuh, medannya ekstrem menjadi suatu tantangan, khususnya bagi saya senang bercampur tantangan, namun alam disini sejuk bersahabat,” ungkapnya.
“Satu paling berkesan tersendiri, saya berkesempatan bisa melihat langsung bahkan berziarah di Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, pejuang perempuan dari Aceh, selama ini Cuma tau dari buku, namun kesempatan ini bisa langsung berkunjung melihat situs sejarah beserta menikmati alam yang indah,” ujarnya.




