Bahan-bahan tersebut kemudian dipadukan dengan dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa, serta jagung giling sebagai sumber nutrisi tambahan sehingga menghasilkan pakan ternak yang kaya gizi, berkualitas, dan layak dikonsumsi ternak.
Pelda Isradi mengatakan, ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil peternakan. Menurutnya, masyarakat sebenarnya memiliki banyak potensi bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi pakan bernilai tinggi apabila dikelola dengan teknik yang tepat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa limbah pertanian bukan sekadar sisa hasil panen, tetapi memiliki nilai ekonomi yang dapat diolah menjadi pakan ternak berkualitas. Selain mengurangi limbah, langkah ini juga mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kreativitas satuan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan.
Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan lokal sebagai pakan ternak organik merupakan inovasi sederhana yang memiliki manfaat besar karena mampu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas ternak, serta mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia di wilayah.




