Selain aktif dalam dunia pendidikan, almarhum juga berusaha keras memenuhi kebutuhan hidupnya melalui berbagai usaha. Di bidang perkebunan, beliau berkebun sawit dan menjalankan usaha jual beli sawit. Selain itu, beliau juga mengelola usaha traktor bajak sawah yang turut membantu masyarakat dalam mengolah lahan pertanian di daerah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Dayah Insan Qurani terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi muda dengan bekal keislaman yang kuat. Ia aktif membina para santri, terlibat langsung dalam kegiatan dayah, dan selalu bersemangat menghadiri majelis-majelis ilmu.
Beliau bukan hanya pemimpin formal di yayasan, tetapi juga sosok pembimbing dan pengarah bagi para santri dan pengurus. Sikapnya yang mudah bergaul, rendah hati, serta komitmennya dalam dakwah dan pendidikan membuatnya dicintai oleh berbagai kalangan. Keluarga besar Dayah Insan Qurani dan masyarakat sekitar merasa sangat kehilangan atas wafatnya beliau.
Setahun sebelum wafat, almarhum sempat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama istri tercinta, Mariani Usman. Kesempatan itu menjadi puncak spiritual yang sangat beliau syukuri, dan sering beliau kenang dalam berbagai pengajian dan pertemuan keluarga.




