Sulaiman: Kenapa Harus Anggaran untuk Dayah, Bukankah Anggaran Multiyears Ada?

Minggu, 10 Mei 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman.

BANDA ACEH (MA)- Anggota DPRA dari fraksi Partai Aceh Sulaiman SE mempertanyakan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Aceh terkait pengalihan anggaran pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk penanganan wabah virus Covid-19. Sebab kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Aceh telah menimbul polemik ditengah masyarakat.

Sulaiman juga mengaku heran dengan langkah yang telah diputuskan oleh Pemerintah Aceh, dengan terjadinya pengalihan anggaran pada Dinas Dayah. Padahal, Dinas Pendidikan Dayah merupakan sebuah bentuk kekhususan Aceh.

BACA JUGA...  Kebijakan Pemerintah Aceh Terkesan Dzalimi Para Supir Angkutan Barang dan Umum

Seharusnya, kata Sulaiman, Pemerintah Aceh bisa melakukan pengalihan anggaran pada proyek-proyek multiyers.

“Kenapa harus anggaran untuk dayah. Bukankah anggaran multiyears ada?,” tegas Mantan Ketua DPRK Aceh Besar tersebut, Minggu (10/5) kepada wartawan di Banda Aceh.

Menurutnya, pengalihan anggaran pembangunan tahun jamak itu bakal cukup untuk penanganan Covid-19 di Aceh. Begitupun dengan proyek tahun jamak dinilai sangat tertutup dan terksen dipaksakan.

BACA JUGA...  Menuju DPRK Banda Aceh, Barlian Tawarkan Empat Program Unggulan

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh anggaran proyek multiyers mencapai 2,7 T,” ujar Anggota Komisi II DPRA ini.

Selain itu, menurut penilaian dia, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh sering menuai polemik di kalangan masyarakat, sebut saja masalah karung beras (gody bag) beberapa waktu yang lalu.

Polemik waktu itu adalah, warna biru pada kemasan dan logo pancacita paket bantuan yang dibagikan oleh Pemerintah Aceh kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.  Pasalnya warna tersebut dinilai oleh masyarakat banyak indentik dengan warna partai politik tertentu. (ril)

BACA JUGA...  Rafli: Pilot Project Ganja dan Tembak Mati Pengedar Narkoba

Berita Terkait

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair
Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk
Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor
Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan
Peringatan Sumpah Pemuda di Aceh Selatan, Wabup Baital: Generasi Penerus Harus Berkarakter
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Ayah Wa Bersama Kadis PUPR Aceh Utara Tinjau Progres Pembangunan Batu Gajah di Lhok Puuk

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Safriadi Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:56 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB