Ia juga menegaskan bahwa Pemerintahan Muallem-Dek Fadh akan memprioritaskan hubungan yang harmonis antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Aceh sebagai role model hubungan sinergis di tingkat nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Filosofi Gotong Royong dan Pendekatan Inklusif
Muallem-Dek Fadh mengusung filosofi “Taduek Tadoeng Beusapu Pakat, Sang Seuneusab Meu Adoe’ A” sebagai dasar semangat gotong royong dalam membangun Aceh. “Aceh hanya bisa maju dengan kebersamaan dan persatuan,” kata Kamaruzzaman.
Selama 6-7 bulan pertama masa kerja, akan dilakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap kebijakan dan program dari pemerintahan sebelumnya, mulai dari kepemimpinan Nova Iriansyah hingga Pj. Gubernur Safrizal. Evaluasi ini bertujuan untuk merumuskan landasan pembangunan yang kokoh demi menghadapi tantangan ke depan.
Pendekatan inklusif akan menjadi strategi utama, termasuk melalui dialog intensif dengan mantan kombatan GAM dan berbagai pihak yang selama ini berseberangan. Selain itu, kunjungan kerja dan tatap muka langsung dengan masyarakat akan diutamakan untuk memahami secara mendalam persoalan di lapangan.
Harapan untuk Aceh yang Lebih Baik




