Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan terdapat hal yang kurang berkenan. “Bila terdapat kekurangan, dari lubuk hati yang dalam kami memohon maaf,” pinta Muktarruddin.
Di akhir kegiatan, ia menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh peserta Rakernas dan tamu undangan dari berbagai provinsi. “Kepada seluruh peserta, selamat jalan, semoga tiba dengan selamat di rumah masing-masing. Terima kasih atas kebersamaan dan semangatnya untuk memajukan dunia pers Indonesia,” pungkasnya.
Dengan tuntasnya seluruh agenda, Aceh menorehkan catatan penting dalam sejarah SPS Indonesia, bukan hanya sebagai tuan rumah Rakernas dan malam penghargaan, tetapi juga sebagai lokasi lahirnya Deklarasi Sabang 2025, tonggak baru bagi jurnalisme nasional yang sehat, mandiri, dan bermartabat. (R)




