“Kami bekerja keras di lapangan untuk memenangkan Om Bus, tetapi hak kami tidak dipenuhi. Bagaimana kami bisa bekerja maksimal kalau logistik tidak sampai?. Ini tidak adil!” ujar salah seorang relawan RKB yang enggan disebutkan namanya.
Sebagai Pj Bupati sekaligus koordinator pemenangan di Aceh Besar, Iswanto kini berada di bawah tekanan publik.
Publik mempertanyakan integritasnya, mengingat posisi ganda yang ia emban, pejabat publik sekaligus operator politik untuk Om Bus.
“Jika dana kerja saja tidak terdistribusi, bagaimana bisa mengatur strategi besar?. Jangan sampai ini menjadi titik lemah yang menghancurkan peluang Om Bus,” kata seorang pengamat politik lokal.
Imbas pada Elektabilitas Om Bus
Pengamat politik Aceh menilai konflik internal ini berpotensi melemahkan citra Bustami Hamzah sebagai kandidat gubernur.
“Tagline seperti Relawan Lapar, Om Bus Kalah adalah sinyal buruk bagi elektabilitas. Jika tak segera diselesaikan, lawan politik akan memanfaatkan ini sebagai amunisi untuk menyerang.”
Kampanye Bustami Hamzah selama ini mengusung narasi perubahan dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Namun, isu seperti ini justru menciptakan kesan sebaliknya, manajemen internal yang buruk dan ketidakpedulian terhadap relawan di lapangan.





