Sekda Minta Distanbun Percepat Serapan Anggaran dan Tingkatkan Kinerja Lapangan

Selain itu, Sekda meminta Distanbun memperkuat koordinasi internal antarbidang serta dengan pihak rekanan, agar tidak ada kegiatan yang tersendat akibat miskomunikasi atau tumpang tindih kewenangan. Ia juga menekankan pentingnya monitoring lapangan secara berkala agar progres keuangan dan fisik dapat terpantau secara faktual.

Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga menyoroti peran strategis sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang utama perekonomian Aceh. Menurutnya, keberhasilan Distanbun akan berdampak langsung pada upaya penurunan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah. Sektor itu kata Sekda adalah sumber penghidupan bagi masyarakat perdesaan. Karena itu, keberhasilan Distanbun berarti keberhasilan Aceh.

BACA JUGA...  Pemko Sabang Berkomitmen Tingkat Maturitas SPIP

Sekda juga menyinggung target serapan anggaran Pemerintah Aceh tahun 2025 dan 2026 yang ditetapkan sebesar 97,6 persen, naik dari capaian tahun sebelumnya di angka 96,5 persen.
“Konsekuensinya, seluruh SKPA harus bekerja maksimal tanpa terkecuali. Jika target Distanbun di bawah itu, maka konsekuensi ada dinas lain yang harus mencapai 99 persen agar rata-rata kinerja kita tetap tinggi. Ini sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk upaya memperpanjang dana otonomi khusus Aceh,” ujar Sekda.