Relawan Jokowi Tolak Anak Eks Ka BIN Jadi Stafsus Presiden

Selasa, 12 Juli 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diaz Hendropriyono [kanan] bersama Joko Widodo. Foto: www.merdeka.com
Diaz Hendropriyono [kanan] bersama Joko Widodo. Foto: www.merdeka.com

Jakarta|AP – Relawan Jokowi dalam pemilu 2014, yang menamakan diri sebagai Jaringan Nasional Indonesia Baru, menganggap Presiden melawan hukum dan tak adil bila mengangkat Diaz Hendropriyono sebagai staf khususnya. Diaz, yang saat ini masih memegang beberapa kedudukan strategis, dianggap tak bisa begitu saja meninggalkan jabatan tersebut. Diaz adalah anak mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

“Yang tergolong pejabat lain, fungsi dan tugasnya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, termasuk direksi, komisaris, dan pejabat struktural lainnya pada BUMN,” ujar Julfi Nazli, Kepala Bidang Advokasi JNIB, dalam siaran persnya, Senin, 11 Juli 2016. “Jabatan staf khusus presiden merupakan penyelenggara negara. Presiden mestinya wajib memberi contoh yang baik, bukan malah melawan hukum.”

BACA JUGA...  BEM STAI dan Penjabat Bupati Nobar Film G30S PKI

Diaz saat ini memegang jabatan Komisaris Telkomsel; staf khusus Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan; Tim Transisi PSSI; dan Dewan Komisaris Pertamina. Diaz dulu juga jadi Ketua Umum Relawan Kawan Jokowi.

Nazil mengatakan Jokowi melawan Pasal 1 angka 1 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Bersih Bebas KKN. Pasal itu berbunyi, “Penyelenggara negara adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggara negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

BACA JUGA...  Yayasan Dewisnu Aceh Terbentuk, Disbudpar Harap Jalin Kolaborasi Antar Stakeholder

Pengangkatan itu, kata Nazil, berseberangan dengan Pasal 23-a UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Pasal tersebut menyebut, menteri dilarang merangkap menjadi pejabat negara lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Di luar itu, Nazil menganggap banyaknya jabatan yang dipegang Diaz pada saat bersamaan, yang diberikan negara. Hal itu merupakan cermin ketidakadilan.  “Mestinya Presiden, selain mempertimbangkan profesionalitas, harus memikirkan penyedia lapangan kerja, mengingat masih banyak putra-putri Indonesia yang hebat dan nganggur,” ujarnya.

BACA JUGA...  RDP Konflik Agraria Nihil Rekomendasi DPRK, Komisi 1 tak Serius Tekan Perusahaan

Nazil mengatakan banyak UU yang dilanggar dari pengangkatan  Diaz sebagai staf khusus. “JNIB meminta Presiden dengan bijak dan santun membatalkan keputusannya dan mempertimbangkan asas keadilan dan profesionalitas pengangkatan jabatan,” ucapnya. [Tempo.co]

Berita Terkait

Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 
Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh
Dalami Teknik Olah TKP, Satreskrim Polres Sabang Gelar Pelatihan
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:23 WIB

Pemkab Asel Diam-diam “Bidik” Pejabat yang akan di-Ukom, Lelang JPT Tunggu Anggaran 

Minggu, 8 November 2026 - 16:08 WIB

Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB