Oleh karenanya kubu UEA U23 mesti waspada, karena mereka belum mendapati permainan terbaik Jepang di turnamen ini. Dalam kondisi normal, Jepang U23 bisa menjelma menjadi tim yang sangat berbahaya. Mereka terbukti bisa mengalahkan Argentina 5-2 dalam laga uji coba tahun lalu.
“Saya pikir kami masih bisa bermain lebih baik, tapi kami memang mendapatkan kartu merah di menit awal. Tapi kami mampu bermain bagus dan mendapatkan kepercayaan diri. Semoga kami bisa meraih kemenangan di laga berikutnya,” ujar kapten tim Jepang, Joel Chima Fujita.
UEA harus lebih waspada. Kekalahan di laga ini bisa membuat mereka tersingkir, terutama jika di pertandingan lain Korsel bisa mengalahkan China. UEA tentu tidak bisa mengandalkan tim lain dan mesti berjuang dengan upaya sendiri.
Namun demikian tren performa tim asuhan Marcelo Broli sedang tidak bagus. UEA U23 bahkan selalu gagal menang di turnamen WAFF U23 bulan lalu. Kemudian saat melakoni uji coba melawan Indonesia U23, UEA juga kalah 0-1.
Puncak performa buruk UEA tentu saat dikalahkan Korsel U23 dengan skor 1-0 di laga pembuka. Pada laga tersebut UEA bahkan hanya bisa menguasai 27 persen ball possession, dan melepaskan 3 tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang.




