Sebaliknya, Roma memasuki pertandingan ini dengan momentum. Giallorossi telah memenangkan tiga dari empat pertandingan pembuka Serie A mereka untuk duduk di posisi keempat klasemen, dengan kemenangan terakhir mereka adalah kemenangan derby 1-0 atas Lazio.
Gol penentu Lorenzo Pellegrini memastikan poin penuh dan membangkitkan semangat menjelang pertandingan pembuka kontinental mereka, dan kesuksesan ini juga menjadi simbol bagi pelatih baru Gasperini, yang menggantikan Claudio Ranieri pada bulan Juni dan telah menorehkan prestasi.
Taktikus veteran ini terkenal karena membawa Atalanta BC meraih kejayaan Liga Europa pada tahun 2024, mengalahkan Bayer Leverkusen di final, dan ia ingin mengulangi prestasi itu bersama tim barunya.
Roma lolos ke kompetisi tahun ini setelah finis di urutan kelima Serie A musim lalu dengan 69 poin, tetapi kampanye Eropa mereka sebelumnya berakhir mengecewakan di babak 16 besar, di mana mereka disingkirkan Athletic Bilbao dengan agregat 4-3 meskipun menang 2-1 di leg pertama.
Kompetisi Eropa kerap kali menghadirkan momen-momen terbaik bagi Roma dalam beberapa musim terakhir; mereka menjuarai Liga Konferensi Europa pada tahun 2022, mencapai final Liga Europa pada tahun 2023, dan kini memulai petualangan kontinental lainnya dengan tujuan untuk kembali melaju jauh.





