Kendati demikian, pelatih Timnas Jepang U23, Go Oiwa, menyebut timnya harus bermain lebih baik lagi agar bisa melaju jauh. Pasalnya dalam 2 laga awal, Sota Kawasaki dan kawan-kawan dianggap belum klinis dalam memanfaatkan peluang.
“Target kami adalah mencapai final dan memenangi turnamen ini. Kami harus menciptakan lebih banyak peluang, dan menciptakan lebih banyak gol di pertandingan berikutnya. Kami harus lebih tenang secara mental, dan memperbaiki sisi teknis,” kata Go Oiwa, dikutip dari laman resmi AFC.
Situasi mirip dialami oleh Timnas Korea Selatan U23, yang mencetak 3 gol dari 2 laga fase grup. Tidak hanya sulit melesakkan gol, pertahanan Taeguk Warriors juga dianggap kerap kurang disiplin dan mudah ditembus lawan.
Kendati belum kebobolan dalam 2 laga awal Piala Asia U23 2024, Korsel U23 punya lini belakang yang belum solid. Ketika menghadapi China U23 lini belakang Korsel beberapa kali melakukan kesalahan, beruntung kiper Kim Jung-hon menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Hwang Sun-hong selaku pelatih Korea Selatan U23 mengaku senang timnya bisa meraih kemenangan. Akan tetapi ia menyebut ada banyak hal yang mesti dievaluasi agar bisa bermain lebih baik.
“Kami kesulitan menghadapi China, karena melakukan banyak kesalahan di awal laga. Namun, dengan mengganti beberapa pemain di babak kedua, kami berhasil mendapat hasil yang bagus dan pemain tampil sesuai dengan rencana,” kata Hwang Sun-hong.




