Meskipun memiliki gaya bermain menyerang yang berapi-api, tim Karibia ini seringkali kehilangan fokus di lini pertahanan.
Dalam 5 pertandingan terakhir, mereka hanya menang 1 kali (melawan Suriname 3-0) dan kalah 4 kali, termasuk kekalahan 0-2 dari Prancis dan 0-3 dari Kanada.
Namun, kekuatan Haiti terletak pada kemampuan mereka menciptakan terobosan dari kedua sayap, terutama duo Emerson Laissé dan D. Jean Philippe, pemain yang handal dalam mencetak gol dan assist.
Keduanya telah menyumbang total 4 gol dan 3 assist dalam beberapa pertandingan terakhir, menyumbang lebih dari 60% gol tim.
Di sisi lain lini depan, Mesir U-17 datang ke Piala Dunia dengan performa yang relatif lebih stabil.
Mereka menang 3-1 melawan Rusia U-16 dan meraih dua hasil imbang penting dengan Kuwait U-17 dan Yordania U-17. Gaya bermain Mesir berfokus pada disiplin, pressing jarak menengah, dan serangan balik cepat.
Duo penyerang H. Abdel Karim dan A. Roshdy menjadi inspirasi utama dengan total 5 gol dan 4 assist, menyumbang sebagian besar kontribusi tim. Namun, kelemahan Mesir adalah pertahanan yang masih kebobolan dalam 4/5 pertandingan terakhir, menunjukkan kurangnya konsentrasi dalam situasi bola mati.
Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung berat sebelah, dengan Haiti mengambil inisiatif menguasai bola dan menyerang, sementara Mesir menunggu peluang serangan balik.




