Tim asuhan Pep Guardiola telah berkompetisi dalam enam pertandingan sejak awal tahun, dan The Citizens kesulitan menemukan performa terbaik selama periode tersebut, hanya meraih dua kemenangan – salah satunya melawan Exeter City dari League One – bersama dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan.
Penampilan terakhir Man City, kekalahan 2-0 yang menyedihkan dalam derbi Manchester, berarti anak asuh Guardiola masih belum memenangkan satu pun pertandingan Liga Premier pada tahun 2026, setelah tiga hasil imbang beruntun di awal tahun.
Manajer Manchester City berharap kembalinya ke Liga Champions, di mana The Citizens telah memenangkan empat, imbang satu, dan hanya kalah satu dari enam pertandingan fase liga mereka, akan membuat timnya kembali ke jalur kemenangan dan memicu peningkatan hasil.
Kemenangan juga bisa sangat penting bagi Manchester City dalam perebutan tempat delapan besar di klasemen Liga Champions, karena saat ini mereka hanya unggul satu poin dari Liverpool yang berada di posisi kesembilan, sementara Barcelona yang berada di posisi ke-15 hanya tertinggal tiga poin dari The Citizens dengan dua pertandingan tersisa.
Oleh karena itu, kemenangan melawan Bodo/Glimt di pertandingan penultimate mereka, diikuti dengan pertandingan melawan Galatasaray minggu depan, bisa menjadi sangat penting dalam memperkuat peluang mereka untuk finis di delapan besar.




