Aktivitas Ponpes/Dayah Al-Hidayah yang pernah terpapar paham organisasi terlarang di Indonesia Jemaah Islamiyah (JI) ini terus dipantau setelah diketahui petinggi Ponpes tersebut terlibat terorisme.
Melalui kegiatan kepramukaan ini diharapkan bisa menangkal paham radikalisme dan bahaya laten yang menyusup di Pesantren-Pesantren.
“Kegiatan pramuka itu atas prakarsa kami sendiri (pemerintah Desa Sidodadi) setelah 389 orang santri diduga simpatisan pernah terpapar JI di Baiat kembali kepangkuan NKRI pada bulan Agustus 2022 lalu,” tegasnya. [Syawaluddin].




