Pj Bupati Aceh Utara: Ada Empat Prioritas yang Perlu Mendapat Perhatian

Selasa, 6 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Azwardi.,M.Si pimpin rakor evaluasi renja dengan TJSLP di Oproom kantor bupati Landeng, Selasa,(6/6/23).

Pj Bupati Azwardi.,M.Si pimpin rakor evaluasi renja dengan TJSLP di Oproom kantor bupati Landeng, Selasa,(6/6/23).

LHOKSUKON (MA) – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, M.Si, memaparkan empat prioritas permasalahan yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.

“Saat ini kita masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga perlu perhatian dari kita semua,” kata Azwardi. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Rencana Kerja Pokja Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Triwulan I, berlangsung di Oproom Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 6 Juni 2023.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Setdakab Aceh Utara Ir. Risawan Bentara, MT, para Kepala SKPK terkait, serta para pejabat dari PT. Pema Global Energi, PT. PIM, PT. Perkebunan Nusantara I, PT  Pelindo I, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, PT. Bank Aceh Syariah, Bank BSI, PT. PLN UP3 Lhokseumawe, PT. Pegadaian Syariah (Persero), PT. Dunia Barusa, PT. Ika Bina Agro, PT. Seuramoe Agro Persada, PT. Satya Agung, PT. Solusi Bangun Andalas (Packing Plant Lhokseumawe), serta dari unsur akademisi, unsur masyarakat, LSM, dan Forum Pengelola dan Pokja TJSLP Kabupaten Aceh Utara.

BACA JUGA...  Pj Bupati Azwardi Wawancara Calon Direksi Perumda Air Minum Tirta Pase

Di hadapan peserta rapat, Pj Bupati Azwardi memaparkan empat permasalahan tersebut, sehingga harus mendapat prioritas dalam pemanfaatan dana CSR (Corporate Social Responsibility). Ke empat persoalan tersebut, yakni tingkat kemiskinan di Aceh Utara sebesar 16,86 persen dan 2,94 persen penduduk Kabupaten Aceh Utara masih dalam katagori miskin ekstrem.

Selanjutnya, angka prevalensi stunting masih tinggi yaitu sebesar 38,3 persen, infrastruktur jalan dalam kondisi baik hanya sekitar 30 persen, serta infrastruktur irigasi dalam kondisi baik hanya sekitar 42 persen. “Khusus DI Krueng Pase yang melayani 8 Kecamatan (8.922 hektar) rusak akibat banjir besar tahun 2020 sampai saat ini belum teratasi,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Tinjau Vaksinasi, Pj Bupati Mahyuzar Apresiasi Bisnis Peternakan 

Azwardi mengharapkan kepada Forum TJSLP Kabupaten Aceh Utara agar dapat memprioritaskan program dan kegiatan yang dapat mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menjawab permasalahan-permasalahan pembangunan.

Sebagai contoh, sebut Azwardi, pemberdayaan petani di 8 kecamatan yang saat ini tidak dapat melaksanakan aktivitas pertanian akibat tidak terairi irigasi. Perlu alternatif-alternatif lain untuk membantu petani-petani di 8 kecamatan tersebut, seperti pengembangan tanaman selain padi, atau memanfaatkan sumber-sumber air lain yang tersedia.

Lebih jauh, Azwardi juga mengharapkan Forum Pengelola dan Pokja TJSLP hendaknya dapat bekerja lebih aktif dan optimal, sehingga apa yang telah diprogramkan dapat direalisasikan dan menghasilkan outcome serta memberi manfaat sesuai yang diharapkan.

“Semoga rapat koordinasi dan evaluasi ini menghasilkan manfaat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Utara, khususnya di lingkungan perusahaan dan Kabupaten Aceh Utara pada umumnya,” harapnya.

BACA JUGA...  61 Kafilah Aceh Utara Diberangkatkan Ke Pidie Jaya 

Pada kesempatan itu, Azwardi turut menyampaikan apresiasi kepada semua perusahaan/badan usaha dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe yang telah melaksanakan program dan kegiatan TJSLP tahun 2022 sesuai dengan rencana kerja.

Pelaksanaan TJSLP juga telah bersinergi dengan Pemkab Aceh Utara dalam mencapai target-target sasaran pembangunan daerah dan nasional, seperti menurunkan tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, menurunkan tingkat pengangguran terbuka, prevalensi stunting, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan infrastruktur, penanggulangan bencana dan pengendalian inflasi.

“Sinergi seperti ini sangat kita butuhkan, sehingga semua program atau kegiatan TJSLP yang dilaksanakan oleh setiap perusahaan dapat mencapai sasaran yang lebih tepat dan lebih optimal, sesuai dengan harapan kita semua,” tutup Azwardi.(Sayed Panton).

Berita Terkait

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari
Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan
100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Rabu, 4 November 2026 - 08:15 WIB

Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati

Rabu, 4 November 2026 - 07:54 WIB

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 11:19 WIB

Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB