Dalam kesempatan itu, Baskoro juga menyinggung tantangan media di era digital, khususnya terkait kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang disebut-sebut akan menggantikan peran jurnalis.
Ia menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, AI justru dapat menjadi alat bantu bagi jurnalis untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman pemberitaan.
“Banyak yang meramalkan masa depan media berada di titik senjakala karena peran jurnalis akan digantikan oleh AI. Kami berharap itu hanya mitos. Kuncinya ada pada jurnalis itu sendiri untuk memanfaatkan AI sebagai alat pendukung guna memperkaya dan mempertajam kualitas berita,” tegasnya.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sesi “ngabuburit” dalam kegiatan tersebut diisi dengan sharing session mengenai pemanfaatan AI dalam praktik jurnalistik.
Materi tersebut dipandu oleh narasumber Arifin yang berbagi pengalaman tentang penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam proses produksi berita.
Acara kemudian ditutup dengan diskusi interaktif antara jurnalis dan pihak perusahaan, dilanjutkan dengan doa bersama serta buka puasa bersama. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan paket sembako secara simbolis sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.




