Petani Tambak Lhokseumawe Merugi Ratusan Juta Akibat Banjir

Jumat, 7 Januari 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diabadikan dari ketinggian kondisi lahan tambak terbenam banjir di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Diabadikan dari ketinggian kondisi lahan tambak terbenam banjir di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Lhokseumawe, (MA) – Sedikitnya 70 hektar lahan tambak milik warga Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe terbenam banjir. Akibat dampak tersebut petani tambak merugi ratusan juta rupiah.

Sejumlah petani meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kota Lhokseumawe, dan DKP Propinsi Aceh untuk memenuhi janji, dengan memberikan asuransi kerugian bencana alam.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) Kecamatan Blang Mangat, Azhar kepada media ini mengatakan, akibat dari banjir melanda Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara membuat petani tambak merugi ratusan juta rupiah hal itu dialami langsung oleh kelompok Tani Jak U neheun.

BACA JUGA...  Soal Senjata Impor Standar Militer, Ini Tanggapan DPP Partai Demokrat

“Kelompok Tani Jak U neheun membudidaya ikan bandeng, Nila dan udang vaname, hasil budidaya mereka lepas saat banjir kiriman menenggelamkan lahan pertambakan mereka,” ungkapnya. Jumat (7/1/2022)

Dirinya menyebutkan, ikan bandeng yang sudah membesar, kalau di timbang 3 ekor sekilo, kalau diuangkan sekilonya Rp 20 ribu, jumlahnya mencapai puluhan ton. Begitu juga dengan udang, kondisinya sudah 1 bulan dan ada yang 2 bulan, kalo di jual kira-kira laku Rp 40 ribu/kilonya.

BACA JUGA...  Rombongan Pangdam IM dan Bupati Aceh Utara Terobos Banjir

Akibat dari kondisi tersebut pihaknya meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Pemko Lhokseumawe, terlebih DKP Propinsi Aceh memenuhi janji, yakni memberikan asuransi kerugian bencana alam.

“Kami meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Pemko Lhokseumawe, terlebih DKP Propinsi Aceh memenuhi janji, yakni memberikan asuransi kerugian bencana alam,” harapnya.

Sambungnya, hal itu dikarenakan, Dinas Perikanan Propinsi Aceh 3 tahun lalu, mengupayakan adanya asuransi bagi petani tambak mengalami kerugian akibat bencana alam seperti banjir. Namun sampai saat ini belum terwujud.

BACA JUGA...  Warga Terdampak Bencana Kembali Dihantui Banjir Susulan di Aceh Timur 

Sementara itu ia mengatakan, salah satu upaya dilakukan DKP propinsi mengasuransikan kerugian petani tambak itu dengan jalan mendata kelompok binaan. Kerugian modal petani tambak di dua kemukiman yakni kemukiman Blang mane dan Kemukiman Peuntet, per orangnya 5 hingga 10 juta rupiah.

Laporan : Mulyadi

Berita Terkait

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
Ayah Wa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh 
Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Jalan Lintas Dua Kecamatan Rusak Parah di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB